Beranda News Pejabat PDAM Surabaya Tersangka Kasus Pemerasan Rekanan Dilimpahkan Kejagung RI

Pejabat PDAM Surabaya Tersangka Kasus Pemerasan Rekanan Dilimpahkan Kejagung RI

158
0
Tersangka Retno Tri Utomo alias Gurit, Manajer Pemeliharaan Distribusi PDAM Surya Sembada Tiba Di Kejari Surabaya, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menerima berkas perkara dan tersangka atau tahap II kasus pemerasan terhadap rekanan PDAM Surya Sembada yang dilimpahkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Rabu (13/3/2019).

Tersangka diketahui bernama Retno Tri Utomo alias Gurit selaku Manajer Pemeliharaan Distribusi PDAM Surya Sembada Surabaya tiba di gedung Kejari Surabaya, Jalan Sukomanunggal Jaya 1 Surabaya sekitar pukul 14.30 WIB.

Dengan mengenakan rompi tahanan warna merah muda atau pink, pejabat PDAM Surya Sembada ini menutupi mulutnya dengan masker dan pakai topi keluar dari mobil tahanan bergegas jalan masuk ke ruang penyidik di lantai II.

Sebelum Retno Tri Utomo alias Gurit datang, terlihat ada tiga jaksa penyidik Jampidsus Kejagung RI sudah stenbay di Kejari Surabaya. Hingga saat ini, pihak Kejagung RI maupun Kejari Surabaya enggan memberikan komentarnya.

Seperti diketahui, tersangka Gurit berhasil ditangkap Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus pada hari Selasa, 12 Maret 2019 sekitar pukul 22.15 WIB tadi malam di kediamannya kawasan Wiyung Surabaya. Penangkapan Gurit di bek ap Kejati Jatim dan Kejari Surabaya.

Kemudian Gurit langsung digelandang ke Kejati Jatim untuk dilakukan pemeriksaan. Dilanjutkan, tadi malam Gurit dibawa penyidik ke Kejagung. Manajer pemeliharaan jaringan distributor PDAM Surya Sembada Surabaya ini ditetapkan tersangka berdasarkan surat Tap-17/F.2/Fd.2/2019 tanggal 3 Januari 2019.

Gurit diduga menyalahgunakan wewenang atau kekuasaan yang ada pada jabatannya atau pemerasan dengan meminta uang sebesar Rp 1 miliar kepada Chandra Arianto selaku Direktur PT Cipta Wisesa Bersama yang saat itu ditunjuk sebagai Penyedia Barang/jasa Pembangunan Jaringan Pipa DN-300 dan DN-200 di Jalan Rungkut Madya-Jalan Kenjeran (MEER) Sisi Timur.

Aksi pemerasan ini dilakukan Gurit secara bertahap, yakni sebanyak delapan kali dengan total Rp 900 juta melalui transfer ke rekening bank yang telah ditentukan Gurit.

Dalam kasus ini, Gurit  disangkakan melanggar pasal 12 huruf e Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 421 KUHP. Ady