Beranda aneka Hanya 13,5 Persen Petani Indonesia Yang Pakai Pupuk Organik

Hanya 13,5 Persen Petani Indonesia Yang Pakai Pupuk Organik

77
0
SIAGAINDONESIA.COM Untuk mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan), dalam hal peningkatan kualitas pupuk organik dan mendorong petani agar menggunakan pupuk organik dalam budidaya pertanian. Gencar dilakukan PT Petrokimia Gresik (PG) sebagai produsen pupuk anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero).
Hal ini disampaikan oleh Manager Humas PG Muhammad Ihwan yang menyebutkan bahwa PG mendukung perbaharuan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 70 Tahun 2011 menjadi Permentan No. 01 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah.
“Ini merupakan sebuah langkah strategis yang patut kita dukung bersama, dalam hal peningkatan kualitas pupuk organik serta menggugah kembali kesadaran petani untuk meningkatkan pengunaan pupuk organik demi keberlanjutan pertanian dalam jangka panjang,” ujarnya, Jumat (14/3/2019).
“Berdasarkan sensus pertanian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013, diketahui bahwa hanya 13,5 persen petani Indonesia yang menggunakan pupuk organik. Selebihnya masih bergantung pada pupuk anorganik,” tuturnya.
Di tambahkan Ihwan, Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Muhrizal Sarwani, dalam siaran persnya pernah menyatakan bahwa penggunaan pupuk organik oleh petani terus meningkat. Hal ini terlihat dari data serapan pupuk organik Petroganik yang terealisasi sebesar 700 ribu ton pertahun dalam tiga tahun terakhir (2016-2018).
“Artinya, kesadaran petani sudah mulai besar, namun masih perlu terus didorong agar meningkat,” tukasnya.
“Apalagi pupuk organik Petroganik, telah mendapat kepercayaan dari pemerintah sejak tahun 2008 sebagai pupuk bersubsidi. Hal ini berkat proses produksi dan kualitas yang terjaga dan memenuhi standar pemerintah,” tandasnya.
Terkait adanya perbaharuan Permentan, PG siap menyesuaikan pupuk Petroganik dengan spek teknis terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah. Sebab, pupuk organik Petroganik, telah dikembangkan sejak tahun 2004,” lanjutnya.
Sebagai respon atas hasil penelitian Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor (2003) yang menyebutkan bahwa sebagian besar tanah pertanian di Indonesia mengandung kadar C-organik dibawah 2 persen. Sementara tanah yang sehat minimal mengandung kadar C-organik sebesar 5 persen,” paparnya.
“Sedangkan Petroganik mengandung kadar C-organik sebesar 12,5 persen. Sehingga, mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan struktur tanah. Bahkan, tanah akan menjadi sehat dan siap untuk diolah dalam budidaya pertanian,” pungkasnya. Zer