Beranda featured Celoteh Sri Bintang Pamungkas: Sejarah Cina Menggusur Pribumi dan Islam

Celoteh Sri Bintang Pamungkas: Sejarah Cina Menggusur Pribumi dan Islam

1500
0
Sri Bintang Pamungkas
Sri Bintang Pamungkas

Jejak sejarah keinginan Cina menguasai Nusantara sudah dimulai sejak masa Sriwijaya tahun 600an. Walaupun Cina dikalahkan dalam perang oleh Raja Kediri Kertanegara dan Raden Wijaya penguasa Singosari usaha penaklukan Nusantara oleh Cina terus berlanjut. Pada zaman penjajahan, Cina menjadi kolaborator Belanda.

Pada masa Suharto gerakan politik Cina diredam tetapi ekonomi mereka mencapai kemajuan yang luar biasa dengan lahirnya 200an konglomerat yang menguasai ekonomi Indoneisa. Puncaknya Pemilu 2014 terpilih Jokowi yang antek Cina menajadi RI-1. Wallahu ‘Alam.

Bagaimana kejadiannya sampai Cina menggusur Islam dan Pribumi. Baca penjelasan selengkapnya….

Meski usianya menjelang 70 tahun, Sri Bintang tetap Bintang. Kecerdasannya tampak tak berkurang ‘sedikitpun’ meski usianya sudah senja. Kata-katanya tetap tajam. Ia mampu bercerita tentang sejarah Indonesia lebih dari satu jam dengan lancar. “Saya masih mengajar dua kali seminggu (di UI). Tapi saya sudah pensiun.”katanya kepada Suara Islam yang menemuinya di rumahnya yang asri di Cibubur.

Laki-laki kelahiran 25 Juni 1945, di Tulungagung ini, ayahnya seorang hakim. Sejak kecil ia suka politik. Ia juga suka protes. Ketika kelas V SD kepalanya pernah dipukul oleh gurunya dengan tongkat rotan yang dililit karet, karena bajunya tidak dimasukkan ke dalam celana. Ia protes dan mengadu kepada kepala sekolah.

Setelah lulus SMA Negeri I, Surakarta, Bintang melanjutkan kuliahnya ke ITB. Ia mengambil jurusan Teknik Penerbangan. Ia lulus tahun 1971.

Keinginannya untuk meraih ilmu di luar negeri, menjadikannya mengambil S2 di University of Southern California, Amerika. Di sini ia mengambil jurusan Teknik Industri. Program doktornya diselesaikan di Iowa State University, dengan disertasi berjudul “Medium-Term Dynamic Simulation of the Indonesian Economy” (1984).

Ketika mahasiswa Bintang juga aktif di kegiatan mahasiswa. Di ITB, ia pernah menjadi Ketua Biro Pendidikan Himpunan Mahasiswa Mesin (1967). Setelah pulang dari Amerika, Bintang juga pernah menjadi Anggota Dewan pakar ICMI.

Sekitar tahun 1972, Bintang menjadi staf pengajar tetap di Fakultas Teknik UI sampai pensiun sekarang. Kini selain beberapa hari mengajar di UI, Bintang banyak meluangkan waktu di rumah. Berkebun, menulis dan diskusi adalah hobinya.

Dari hasil ketekunannya menulis, ia telah menerbitkan beberapa buku, diantaranya : Getaran Mekanis (1975, Metode Numerik (1989), Manajemen Industri(1990), Teknik Sistem(1992), dan Pokok-pokok Pikiran Sri-Bintang3 jilid (1994). Kini ia juga sudah menyelesaikan bukunya ‘Ganti Rezim, Ganti Sistem’. Buku ini ia cetak sendiri dan sudah menyebar ratusan eksemplar.

Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana Anda melihat Jokowi saat ini?

Mafia Persaudaraan Cina Indonesia itu sudah merencanakan menguasai republik ini sudah lama. Beberapa kasus masa lalu bisa dilihat. Ketika masa Sriwijaya tahun 500-an, orang-orang Cina yang belajar agama Budha, mereka mendapati Nusantara itu sebagai Tanah Harapan.

Artinya mereka menemukan Indonesia ini, lalu mereka berfikir, Nusantara ini sebagai tanah air. Lalu dimulailah dari daratan Cina, kaisar-kaisar mengirimkan ekspedisi dalam jumlah yang besar. Dan itu berlangsung terus berkali-kali.

Ketika Sriwijaya mulai runtuh, maka muncullah di Jawa Timur, kerajan-kerajan kecil seperti Kediri, lalu Singosari, sebelumnya ada Medang dan seterusnya. Mereka, kerajaan-kerajaan itu didatangi oleh orang-orang Cina, utusan-utusan kaisar di sana, untuk takluk dengan Cina. Itu sekitar tahun 1200-an.

Pernah Raja Kertanegara, didatangi oleh utusan Cina yang namanya Meng Chi. Kertangera marah dan Meng Chi itu dipotong telinganya dan disuruh pulang. Tapi kemudian ketika Mongol mengalahkan kerajaan-kerajaan Cina, muncullah Jengis Khan, Kubilai Khan, dan seterusnya.