Beranda budaya Buah Hati Mbah Kodok Dengan Roro Peri Setyowati Akhirnya Lahir Dampit

Buah Hati Mbah Kodok Dengan Roro Peri Setyowati Akhirnya Lahir Dampit

1709
0

SICOM-Suatu kabar menggembirakan tentunya dalam sebuah perkawinan apalagi setelahnya dilahirkan keturunan hasil buah hati kedua insan. Kabar tersebut memang lazim didengar dan dilihat secara kasat mata namun kali ini lain, justru kabar kebahagian itu datang dari alam lain atau biasa disebut alam ghoib. Seperti diketahui perkawinan dua alam pada Oktober 2014 tahun lalu antara Bagus Sukodok Ibnu Sokodok yang biasa dipanggil Mbah Kodok dengan Roro Peri Setyowati kini telah dikaruniai anak kembar dampit.

Sebelumnya Roro Peri Setyowati yang tidak lain Dhanyang Alas Margo masuk wilayah Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, diyakini hamil tua buah hati dengan Mbah Kodok (63) seorang pria kelahiran Solo, Jawa Tengah. Kabar kebahagian Mbah Kodok tersebut datang dari Bramantyo Prijosusilo melalui siaran pers yang dikeluarkan sekitar 19.00 WIB pada Minggu malam (31/05). Dalam siaranya pukul 16.45 WIB tadi atau Minggu sore (31/05), menurut hitungan waktu manusia, Setyowati melahirkan bayi kembar dampit yakni laki-laki dan perempuan. Kedua jabang bayi sehat kuat dan tidak kekurangan sesuatu apapun.

Sang Ibu, juga dalam keadaan sehat. Sesuatu yang unik dari kelahiran kedua bayi kembar itu adalah, tidak ada yang menjadi “kakak” dan tidak ada yang menjadi “adik”nya. Biasanya dalam tradisi Jawa, anak kembar dianggap adik kakak, dan yang lahir belakanganlah yang dianggap kakaknya. Namun Setyowati bukan mahluk manusia biasa. Beliau melahirkan kedua bayinya melalui hembusan nafasnya melalui kedua cuping hidungnya, yang satu wangi bunga kanthil, yang satu harum kenanga.

Bahkan, keluarga Mbah Kodok dan Setyowati mengucapkan terimakasih atas segala doa baik yang dipanjatkan untuk keselamatan mereka, dan memohon dengan hormat agar diberi izin mengharapkan kedatangan khalayak ramai ke Sendhang Margo Mustiko Warih di Hutan Begal, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dengan menyampaikan sepucuk undangan. Dalam isi undanganya tidak lain mengharap kedatangan semua warga masyarakat untuk menghadiri pagelaran “Seni-Kejadian” berjudul “Dhanyang Setyowati Sukodok Membangun Rumah”.

Pagelaran itu nantinya berwujud sebuah selamatan sederhana demi menghaturkan syukur dan memohon restu dari Yang Maha Kuasa, untuk mulai membangun Kraton Ngiyom yang tidak jauh dari Sendhang Margo Mustiko Warih. Pada saat yang sama, selamatan yang dilakukan nantinya merupakan sebuah syukuran bahwa kedua jabang bayi peri Setyowati dan Kodok Ibnu Sukodok telah lahir dengan selamat, melalui cuping hidup Sang Ibu, bersama dengan hembusan nafasnya.

Sesuai rencananya Mbah Kodok sebagai Sang Bapa sudah menyiapkan nama yang akan disematkan dan diumumkan dalam sebuah upacara pada tanggal 07 Juni 2015 di Sendhang Margo Mustiko Warih. Dalam syukuran itu ditandai hiburan pagelaran wayang sabet, lakon “Setyaki Lair”, Ki Dhalang Sudirman Ronggo Darsono asal Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren. Ditambahkan, semua undangan yang hadir sesuai keterangan dari Bramantyo Prijosusilo dimohon berpikir keselamatan dalam berpakaian, yang sedapat mungkin diminta ada suatu ciri adat Nusantara di dalamnya, misalnya, mengenakan destar, songkok, batik, sarung, surjan, kebaya, dan atau sekedar sumping bunga di telinga. pr