Beranda budaya Praktik Penipuan Keris Ngadeg Dukun Abal Abal

Praktik Penipuan Keris Ngadeg Dukun Abal Abal

707
0
Keterangan foto: Mpu Totok Brojodiningrat tengah memegang sebuah pusaka keris tangguh Kediri/ Foto: siagaindonesia.com

SIAGAINDONESIA.COM- Praktek jual beli pusaka keris ngadeg sampai saat ini masih menjadi modus menggiurkan  para mediator dan dukun abal abal untuk mencari keuntungan pribadi. Terjerumusnya orang orang mengikuti praktek tipsana tipsini  ini biasanya di awali dari rasa penasaran keinginan tahuanya ingin membuktikan kebenaran keberadaan pusaka yang dapat berdiri pada ujung bilah keris.

Namun tanpa ia sadari, rasa keingintahuan tersebut justru akan menjerumuskan mengikuti jejak para mediator mencari keberadaan keris yang dapat berdiri di atas kaca. Belum lagi bonus komisi duit yang di dapat dari hasil jerih payah para mediator dengan cara pembagian sigar semangka, semakin membuat orang awam tergiur. Akhirnya banyak orang mengikuti jejak para mediator, tak peduli ia harus mengeluarkan kocek dari kantong pribadinya untuk jalan kesana kemari mencari keberadaan pusaka keris ngadeg.

Sampai kapanpun keris tersebut tidak dapat ia temukan, karena praktek jual beli keris ngadeg sebenarnya hanyalah praktek abal abal untuk kepentingan perut belaka. Praktek ini semakin marak setelah para dukun abal abal menggunakan trik sulap bisa membuat keris berdiri di atas kaca hingga berjam jam.

Hal ini di ungkapkan oleh Mpu Totok Brojodiningrat, pemilik Padepokan Keris Brojodiningrat sekaligus pakar astrologi jawa petung pawukon. Dalam keteranganya kepada sicom, pakar pawukon yang kerap menjadi acuan para pejabat menentukan hari baik ini menjelaskan. Diakui benda yang memiliki kekuatan ghaib memang ada, tetapi tidak semua orang memilikinya.

keterangan foto: manuskrip arab pegon yang berisi tata cara membuat keris/foto: siagaindonesia.com

‘ Apalagi diperjualbelikan. Karena benda yang memiliki kekuatan ghaib tentunya memiliki sejarah kuat. Oleh sebab itu sampai kapanpun tidak mungkin di lepas apalagi di perjualbelikan. bahkan sampai mati sekalipun tetap akan di pertahankan. Jika tidak ada pewarisnya lebih baik di bawa mati. Hal itu menjadi filosofi spiritual masyarakat Jawa di dalam mengemban sebuah amanah’ Kata Mpu Totok Brojodiningrat

Dijelaskan oleh Mpu Totok Brojodiningrat beberapa kebohongan yang di lakukan dukun abal abal mencari keuntungan perut dengan modus keris ngadeg.

“Keris ngadeg di atas kaca adalah urusan perut yang diolah sedemikian rupa untuk modus penipuan sekaligus pembodohan masyarakat terhadap sebuah nilai mahakarya leluhur Nusantara,” Imbuhnya

Perilaku seperti itu kata Mpu Brojodiningrat, tidak hanya merusak narasi budaya Nusantara yang sudah diakui oleh dunia, tetapi juga sangat menyesatkan. Secara ilmiah, keris memang dapat berdiri karena keseimbanganya diproses sedemikian rupa sampai pada keseimbangan nol. Tetapi dapat berdiri bukan berarti ngadeg bertumpu pada ujung bilah yang lancip.

Keris ngadeg harus dibantu dengan warangkanya karena memang demikian dibuat oleh sang Mpu. Keduanya harus bersatu seperti dalam filosodi Jawa,’ Curiga manjing warangka ‘, konsep kemanunggalan keris dengan warangkanya yang di maknai kemanunggalan kawula gusti..

Praktek dukun abal abal saat mendirikan keris di atas kaca biasanya menggunakan peralatan gimmik (alat alat sulap) yang di buat secara khusus untuk pertunjukan. Menggunakan bantuan gimmick tidak hanya keris saja yang dapat berdiri tetapi pisau dapur, belati dan senjata tajam lainya juga dapat berdiri di atas kaca. Modus ini sama halnya praktek penarikan benda benda ghaib. Benda yang di tarik lebih banyak benda pasaran yang di jual murah di pasar seni, karena semua itu bagian dari praktek penipuan dukun abal abal.

Syarat minyak seharga jutaan rupiah jika ingin menarik pusaka atau membuat keris dapat berdiri hanyalah modus. Karena tidak mungkin minyak tersebut di jual bebas di pasaran, pastilah ada tempat atau tujuan yang di tunjuk oleh sang dukun untuk membeli minyak. Praktek abal abal seperti ini telah membelokan budaya spiritual asli Nusantara, sehingga dampaknya merusak tradisi adi luhung Nusantara.

‘ Budaya spiritual yang seharusnya memiliki nilai nilai luhur berketuhanan, bermasyarakat dan berbudi pekerti rusak oleh urusan perut. ‘ Tegasnya

Di paparkan oleh Mpu Totok Brojodiningrat, keris adalah sebuah mahakarya seorang Mpu yang dibuat melalui proses panjang spiritual. Sebab itu, tidak semua orang bisa membuat dan memiliki keris secara asal-asalan. Keris harus cocok dengan karakter pemiliknya yang dihitung melalui penghitungan astrologi Jawa atau Pawukon.

Ia mencontohkan, seorang petani dan pedagang tidak mungkin cocok dengan keris Pasupati yang memiliki aura keras, begitupun para pejabat, tentara dan profesi yang membutuhkan kewibawaan dan kehormatan tidak akan cocok dengan keris kebo lajer yang di peruntukan bagi para petani.

Secara kerohanian sedikit banyak pusaka keris akan mempengaruhi karakter jiwa pemiliknya. Banyak istilah diartikan, ketika seseorang kerap mengalami musibah karena memiliki pusaka, diartikan, penunggunya tidak cocok dengan pemiliknya. Pemahaman seperti itu, menurut Mpu Brojodiningrat keliru. Ketidakcocokan pusaka dengan pemiliknya dikarenakan unsur besi yang dipakai untuk membuat keris berbeda dengan karakter watak orang yang mengembannya.

Besi dibagi menjadi empat unsur alam yaitu air, api, tanah dan angin. Keempatnya juga melambangkan sifat aluamah, mutmainah, sofiah dan amarah yang ada di dalam diri manusia. Keempat unsur ini memliki karakter masing masing berbeda pada saat disatukan ditempa menjadi keris pusaka.

Keris adalah unsur alam yang menyatu dalam bilah keris pusaka, manusia perwujudan jagad alit. Sinkronisasi keduanya harus sinergi agar tidak terjadi penolakan yang mengakibatkan kerusakan. Tak dipungkiri keris pusaka memang bisa bergerak sendiri berputar di atas poros penopangnya.tetapi bukan berarti ngadeg di atas kaca.

Keris pusaka yang dapat bergerak memutar pada saat di letakan di atas kendil dikarenakan ada sebuah mantram yang ditujukan kepada pusaka tersebut.

Dijelaskan, jika semua benda yang ada di bumi diciptakan oleh Tuhan masing masing memiliki nama, tak terkecuali besi. Dan semua benda yang ada di bumi memiliki raja atau pimpinan, jika nama raja besi disebut dalam sebuah mantram, maka benda tersebut dapat bergerak seakan hidup. Bergerak bukan berarti bisa berdiri, tetapi diletakkan di atas kendil yang menopangnya.

Unsur besi dalam keris tidak hanya mempengaruhi pemiliknya, tetapi juga dapat mempengaruhi kondisi alam di sekitarnya. Keris singir geni, memang di proses dan diciptakan untuk menyingkirkan geni. Kekuatan di dalam keris bukan berarti ada jin atau mahkluk halus yang memadamkan api, tetapi unsur alam di dalam bilah keris secara metafisik memiliki kekuatan mampu memadamkan api.

Seseorang yang membuat keris lebih dulu harus mengetahui tiga unsur dasar untuk siapa, apa dan kapan?.

Keris buda atau jalak bethok, dibuat pada masa jaman buda. Keris tersebut saat ini banyak dimiliki oleh para pejabat, kolektor keris dan orang orang berduit di Jakarta. Ratusan keris buda banyak tersimpan di ibukota dijadikan sebagai tindih (sesepuh seluruh pusaka) para kolektor untuk meredam energy panas dari aura puluhan keris yang disimpannya.

Membuka sejarah peradaban masa silam, sebagai sebuah negara agraris, keris Buda sebenarnya di buat untuk menarik hujan turun ke bumi agar intensitasnya tinggi di sebuah wilayah agraris. Keris Buda dibuat dari berbagai campuran unsur besi yang memiliki sifat dingin. Sehingga, energinya mampu membuat alam sekitarnya menjadi lembab. Kejadian seperti ini menyebabkan sebuah wilayah jika banyak menyimpan keris Buda maka secara otomatis intensitas hujan di daerahnya menjadi tinggi.

“Teori budaya ini mematahkan teori ilmiah, kenapa sampai saat ini Jakarta belum terbebas dari bajir serta menjadi daerah yang memiliki intensitas hujan sangat tinggi,” Pungkasnya. ( jk )