Beranda News Polisi Tilang Sebanyak 13.000 Pelanggar, Ini Kata Eva Guna Pandia

Polisi Tilang Sebanyak 13.000 Pelanggar, Ini Kata Eva Guna Pandia

241
0
Razia Operasi Zebra Semeru 2018 Digelar Di Taman Bungkul Surabaya, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Razia Operasi Zebra Semeru 2018 masih terus digelar oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya bersama TNI. Sasaran Operasi kendaraan bermotor hari ini, Senin (11/11/2018) berlangsung di Taman Bungkul, Jalan Darmo Surabaya.

Pantauan Siagaindonesia.com, Operasi dipimpin langsung Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia, ada juga petugas gabungan dari Polisi Militer (POM) TNI AL dan petugas Garnisun Tetap III Surabaya serta Kejaksaan Negeri Surabaya, Hakim dan Panitera.

AKBP Eva Guna Pandia mengungkapkan, selama enam hari pihaknya menemukan pelanggaran lalu lintas dan menilang sebanyak 13.000 lebih. Ia ngaku pelanggar itu sudah mencakup dari kendaraan roda empat dan roda dua. “Selama enam hari polrestabes surabaya sudah menilang 13.000 pelanggar,” ujar pandia.

Masih kata Eva, dari pelanggaran tersebut pihaknya telah memprioritaskan jumlah pelanggar dengan pelanggaran yang paling penting untuk perlengkapan surat-surat kendaraan bermotor, menggunakan handphone (HP), melawan arus, berkendara berboncengan lebih dari dua, usia, tidak menggunakan narkoba dan juga mengendarai kendaraan melampoi batas kecepatan.

“Ada tujuh item pelanggaaran itu, oleh jaksa dan panitra semua pelanggar-pelanggar ini bisa langsung melaksanakan sidang di tempat, jadi mereka bisa langsung membayar denda dan barang bukti yang berhasil kita tilang tadi, bisa langsung diambil juga pada saat selesai sidang,” tegas Pandia.

Komandan Unit SatPom Garnisun Kagartap III/Surabaya Pelda Hartono menambahkan bahwa dalam operasi yang dipimpin Korps Bhayangkara ini TNI diikutsertakan adalah untuk membantu mengamankan pelanggar lalu lintas yang berasal dari unsur TNI.

“Seperti tidak memiliki SIM, keluar markas tanpa izin,” ucap Hartono.

Termasuk, kata dia, sejumlah masyarakat yang sengaja memakai atribut TNI, baik yang dikenakan berupa seragam maupun simbol. Barang tersebut akan diamankan.

“Kita akan sita, bukan bisa kok. Akan kita buatkan berita acara penyitaan,” pungkasnya. Ady