Beranda Headline Sebelum Buron, Wisnu Wardhana Divonis 3 Tahun Kasus Penjualan Aset PT PWU

Sebelum Buron, Wisnu Wardhana Divonis 3 Tahun Kasus Penjualan Aset PT PWU

420
0

SIAGAINDONESIA.COM Perlawanan dengan menabrakan mobil ke motor petugas hingga terlindas yang dilakukan Wisnu Wardhana (WW), saat ditangkap tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya di Jalan Kenjeran Surabaya, pada Rabu (9/1/2019) pagi tadi hebohkan pengendara lain yang melintas. Penangkapan WW sendiri langsung dipimpin oleh Kajari Surabaya, Teguh Darmawan.

“Saat itu WW dijemput anaknya dari Stasiun Pasar Turi menggunakan mobil Daihatsu Sigra. Sepertinya Wisnu Wardhana tau jika dia sedang kita intai. Kita buntuti dia. Saat itu ia bersama anaknya. Terpidana sempat mencoba melarikan diri dengan menabrak anggota kami. lalu kita amankan dia,” terang Kajari Surabaya, Teguh Darmawan didampingi Heru Kamarullah Kasi Pidsus dan Kasi Intelijen Kejari Surabaya I Ketut Kasna Dedy, Rabu (9/1/2019).

Sebelum mobil WW dihadang petugas, Teguh menambahkan mobil WW yang saat itu dikemudikan anaknya itu lebih memilih berputar-putar dan terus berjalan. Sampai di Jalan Kenjeran, tepatnya depan Gang Lebak Jaya Indah, tim Kejari Surabaya ini memutuskan menangkap WW.

“Ia mencoba melarikan diri dengan menabrak anggota kami yang menghadang dengan mengunakan motor. Kemudian mobil tersebut terkunci dan tidak bisa kabur,” imbuhnya.

Diketahui, WW merupakan terpidana dalam kasus penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) yang sempat buron selama 3 minggu setelah ditetapkannya status masuk daftar pencarian orang (DPO). Dikatakan Teguh, jika Wisnu Wardhan sudah menjadi DPO sejak tiga minggu lalu. “Sekitar tiga minggu menjadi DPO kami,” tandas Teguh

Terkait soal status DPO Wisnu Wardhana, Teguh menjelaskan bahwa Wisnu Wardhana merupakan mantan Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2009-2014. Wisnu terjerat kasus korupsi pelepasan dua aset berupa tanah dan bangunan milik BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim di Tulungagung dan Kediri pada 2013. Kasus itu disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dan WW divonis 3 tahun.

“Kemudian Pengadilan Tinggi ditahan selama 1 tahun dan sama Mahkamah Agung jadi hukumnya menjadi 6 tahun,” kata Teguh.

Wisnu Wardhana merupakan mantan Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2009-2014. Wisnu terjerat kasus korupsi pelepasan dua aset berupa tanah dan bangunan milik BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim di Tulungagung dan Kediri pada 2013.

Penangkapan WW dipimpin langsung oleh Kajari Surabaya Teguh Darmawan. Saat itu WW dijemput anaknya dari Stasiun Pasar Turi menggunakan mobil Daihatsu Sigra bernopol M 1732 HG. WW sepertinya tahu jika ia sedang diintai.

Karena itu ia tidak berhenti di suatu tempat dan lebih memilih berputar-putar dan terus berjalan. Saat melaju di Jalan Kenjeran tepatnya di kawasan Lebak, tim dari Kejari Surabaya memutuskan menangkap WW.

Namun saat ditangkap, WW melawan. Motor seorang petugas kejari yang berusaha menghentikan laju mobil justru ditabrak. Motor itu masuk kolong mobil dan memang berhasil menghentikan laju mobil. Namun petugas tersebut mengalami luka.

“Penangkapan Wisnu Wardhana di Jalan Kenjeran atas dasar laporan masyarakat. Kami buntuti dia. Saat itu ia bersama anaknya. Terpidana sempat mencoba melarikan diri dengan menabrak anggota kami. lalu kita amankan dia,” kata Kajari Surabaya Teguh Hermawan kepada detikcom, Rabu (9/1/2019).

“Ia mencoba melarikan diri dengan menabrak anggota kami yang menghadang dengan mengunakan motor. Kemudian mobil tersebut terkunci dan tidak bisa kabur,” kata Teguh.

Meski mobil tak bisa melaju lagi. Namun WW tak menyerah. Ia tetap tak mau keluar dari mobil. Petugas pun mengancam hendak memecahkan kaca mobilnya agar WW mau keluar.

“Setelah 5 menit kemudian akhirnya tersangka mau keluar dan kami amankan. Ia menggunakan masker dan menggunakan jaket,” kata Teguh.

“Sekitar pukul 05.50 WIB kami berhasil mengamankan terpidana Wisnu Wardhana. Eksekusi dasarnya adalah keputusan Mahkamah Agung, di mana terpidana harus melaksanakan pidana selama enam tahun,” lanjut Teguh.

Teguh menjelaskan WW terjerat kasus pengalihan aset BUMD PT PWU pada tahun 2013. Kasus itu disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya dan WW divonis 3 tahun.

“Kemudian Pengadilan Tinggi ditahan selama 1 tahun dan sama Mahkamah Agung jadi hukumnya menjadi 6 tahun,” kata Teguh.

Dikatakan Teguh, jika Wisnu Wardhan sudah menjadi DPO sejak tiga minggu lalu.

“Sekitar tiga minggu menjadi DPO kami,” tandas Teguh.

Masyarakat Surabaya pagi ini dihebohkan drama penangkapan Wisnu Wardhana (WW). Tak seperti penangkapan koruptor pada umumnya, banyak drama mulai dari kejar-kejaran, hingga ditabraknya kendaraan jaksa oleh WW yang hendak kabur.

WW diketahui merupakan Mantan Ketua DPRD Surabaya periode 2009-2014. Wisnu terjerat kasus korupsi pelepasan dua aset berupa tanah dan bangunan milik BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim di Tulungagung dan Kediri pada 2013.

Saat proses pelepasan kedua aset, WW menjabat sebagai Ketua Tim Penjualan Aset PT PWU dan Kepala Biro Aset. Kasus penjualan aset PT PWU ini sempat mencuat di tingkat Pengadilan Tipikor Surabaya, April 2017 lalu. Saat itu, WW dihukum tiga tahun penjara serta denda Rp 200 juta dan uang pengganti senilai Rp 1,5 miliar.

Lantaran tak puas dengan putusan PN Tipikor, WW mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jatim. WW hanya divonis satu tahun penjara saja. Namun Kejati Jatim langsung mengajukan upaya kasasi ke MA, sehingga WW divonis 6 tahun penjara. Namun WW tak menjalani vonis tersebut sehingga statusnya menjadi buron. Ady