Beranda Arena Mahasiswi Uwika Sabet Juara International Kungfu Championship

Mahasiswi Uwika Sabet Juara International Kungfu Championship

303
0

SIAGAINDONESIA.COM Prestasi membanggakan kembali disuguhkan oleh Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya. Jennifer Alexander, mahasiswi Uwika berhasil memboyong medali di ajang International Kungfu Championship yang digelar di Bali.

Meskipun dalam kondisi pemulihan pasca cedera, Jenn tetap memberikan penampilan maksimal di kejuaraan ini. Alhasil, dua medali ia raih, juara pertama Female Single Flexibel Weapon Senior 1 dan juara ketiga Female Optional Nandao Senior 1.

“Aku latihan intensif cuma tiga minggu, itupun satu minggunya operasi, makanya cuma dapat juara tiga karena nggak bisa lompat terlalu bagus,” cerita Jennifer saat dijumpai di Kampus Uwika, Sutorejo, Senin (7/1/2019).

Usaha Jenn tidak sia-sia, meskipun menghadapi lawan dengan lompatan yang cukup menantang, Jennifer memilih jalur aman untuk penyembuhan ketimbang memaksakan diri menyaingi rivalnya.

“Yang dari Jawa Tengah juga lumayan berat menurutku, dan nanti dia akan jadi musuhku waktu Pekan Olahraga Nasional (PON),” sambung mahasiswi jurusan akuntansi tersebut.

Butuh disiplin latihan, demikian ia katakan kiat untuk sukses dalam ajang bergengsi ini. Dalam seminggu, Jenn menghabiskan 5 hari dengan durasi 4 jam perhari untuk lari dan angkat besi guna penguatan kaki.

“Aku juga sedang mempersiapkan Kejurda di Bali dan ajang PON, targetnya harus juara satu untuk ‘balas dendam’,” tandas Jenn seraya tertawa renyah.

Menginspirasi mahasiswa yang lain untuk menorehkan prestasi, Jennifer membeberkan kunci utamanya menekuni wushu.

“Sama halnya wushu, butuh disiplin karena kalau tidak pelatihnya akan marah, begitu juga tidak jauh beda dengan di kampus, belajar dan disiplin adalah modal utama,” pesannya.

Selain itu optimis meraih yang terbaik dan percaya diri.

“Pelatihku juga mengajari bahwa di tempat latihan kita ini paling bodoh, tapi misal di tempat tanding kita harus yang paling bagus. Percaya diri harus merasa bisa,” kata Jennifer.

Jennifer menggeluti wushu sejak lima belas tahun silam saat usianya baru menginjak tujuh tahun. Karena terbilang anak yang aktif, David Alexander Liem, papa Jennifer, mendaftarkan Jenn ke sasana wushu mengikuti sepupunya. Cita – cita Jennifer menjadi atlet wushu pun akhirnya tercapai. Kelak dalam puncak karirnya, ia ingin menjadi pelatih professional.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Uwika, Murphin J Sembiring, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi Jennifer.

“Universitas tidak terbatas sebagai sarana pendidikan akademik, namun juga merupakan penempaan moral dan keterampilan. Seperti yang baru ini membuat kami bangga adalah prestasi mahasiswi kami telah meraih Juara 1 dan 3 dalam ajang International Kungfu Championship,” terang Murphin.

Pihaknya juga berencana membentuk club wushu serta membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk berpartisipasi dalam pelatihan ini.

“Tentu prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa yang lain, kami juga
akan segera membentuk club wushu, olahraga yang sangat bagus dan akan kami buka pelatihan bagi masyarakat. Menariknya wushu adalah budaya Tiongkok tapi peminatnya juga banyak orang kita,” paparnya.

Murphin melanjutkan, bahwa dalam revolusi industri 4.0 selain skill, civitas harus mendorong mahasiswa memiliki daya juang, kedisiplinan dan fairplay.

“Ternyata sukses di indeks prestasi tidaklah cukup, harus punya skill tambahan. Kami senantiasa mendukung peningkatan kualitas mahasiswa dan lulusan Uwika dalam segala bidang dan tidak terbatas pada akademik saja,” pungkasnya.Pak_Dik