Beranda News Berkas Dilimpahkan Ke Kejari Surabaya, Tersangka Kasus Korupsi PT PJU Dijebloskan Penjara

Berkas Dilimpahkan Ke Kejari Surabaya, Tersangka Kasus Korupsi PT PJU Dijebloskan Penjara

513
0
Tersangka Dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan Pada PT Petro Gas Jatim Utama BUMD Milik Pemprov Jatim Digiring Menuju Mobil Tahanan Kejari Surabaya, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menerima pelimpahan berkas perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan pada PT Petrogas Jatim Utama BUMD milik Pemprov Jatim.

Berkas tahap II ini dilimpahkan penyidik Markas Besar (Mabes) Polri, setelah dinyatakan sempurna oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Diketahui tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini berinisial WPS.

Kasi Pidsus Kejari Surabaya, Herru Kamarullah menjelaskan dari kejahatan tersangka, Kejari Surabaya mendapatkan barang bukti berupa dokumen-dokumen serta uang tunai senilai Rp 137 juta.

“Benar, hari Kamis (17/1) kemarin penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Surabaya yang juga awalnya ada tim penuntut umum pada Kejagung menerima tersangka dan barang bukti atas nama WPS,” jelas Herru saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (18/1/2019).

Tindak pidana korupsi masih kata Herru, yang dilakukan PT PJU ini terjadi adanya kerjasama dengan PT GHI pada 15 November 2010 silam. PT PJU diduga tidak mematuhi dan menabrak anggaran dasar sehingga melanggar ketentuan Kepmendagri No. 40 tabun 2004.

Sedangkan, Pasal yang disangkakan yakni Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Mulai perencanaan pelaksanaan hingga pencairan tidak sesuai dengan SOP di internal PT PJU diantara penarikan uang kepada pihak PT GHI. Ada juga faktur fiktif, sehingga muncul kerugian negara,” imbuhnya.

Herru mengungkapkan atas perbuatan tersangka Wahyu Pujo Saptono (WPS) selaku GM Finance and Administration serta Pimpinan Trading Batubara PT Petrogas Jatim Utama tahun 2010 sekaligus Kapimpro kerjasama batubara berdasarkan hasil audit BPK RI terdapat kerugian daerah senilai Rp 29.133.596.855,-

“Tersangka akan ditahan selama 20 haru kedepan Di Rutan Klas 1 Surabaya Cabang Kejati Jatim,” katanya. Ady