Beranda alutsista Misbakhun : Cintailah Rupiah Dengan Sepenuh Hati

Misbakhun : Cintailah Rupiah Dengan Sepenuh Hati

514
0

SIAGAINDONESIA – Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan pendidikan terkait mata uang rupiah masih perlu digerakkan di berbagai daerah, khususnya di pedesaan. Sebab, masih banyak yang memahami mata uang rupiah hanya sebatas alat tukar semata.

“Rupiah itu adalah simbol kedaulatan negara kita. Karena berbicara soal simbol kedaulatan negara, kita bukan hanya memiliki teritorial, wilayah, bendera merah putih tapi ada juga simbol lain yang luar biasa yang sehari-hari ada di kantong kita,” ucap Misbakhun dalam kegiatan Seminar Nasional ‘uang rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Republik Indonesia’ di SMK Nurul Ibrahimi, Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jumat (18/1).

Dalam kegiatan seminar yang diikuti puluhan siswa-siswi SMA itu, Misbakhun menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat dan mengajak para pelajar untuk lebih mencintai rupiah dengan sepenuh hati.

“Didalamnya ada simbol kedaulatan ekonomi kita. Karena itu dengan mencintai rupiah akan timbul rasa kecintaan terhadap negeri ini,”jelasnya.

Legislator partai Golkar itu menjelaskan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab lebih untuk membawa program-program pemerintah agar sampai di pedesaan. Karena itu ia mengajak salah satu mitra kerjanya (BI) untuk aktif melakukan sosialisasi di wilayah Pasuruan-Probolinggo.

“Ini adalah salah satu janji saya sebagai anggota DPR RI Komisi XI agar program-program pemerintah bisa sampai ke masyarakat secara langsung,” bebernya.

Mantan pegawai negeri di Kementerian Keuangan (Kemkeu) itu menjelaskan bahwa pihak yang memiliki wewenang dalam mencetak uang adalah Bank Indonesia dan hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011.

Misbakhun menambahkan bahwa uang sebagai alat transaksi itu memiliki alat pengamanan yang terjamin, sehingga tidak bisa ditiru atau dipalsukan.

“Negara ini nyetak uang mahal, karena itu uang ini sebagai alat transaksi yang memiliki alat pengamanan yang rumit. Kalau kita yang paling dekat adalah 3D (dilihat, diterawang, diraba),”ungkapnya.

Selain itu, Misbakhun mengkritisi terkait beredarnya isu yang sempat heboh. Yakni isu simbol PKI yang ada pada mata uang rupiah.

“Dulu sempat beredar, uang kita ada simbolnya PKI. Itu diolah tidak karuan seakan-akan uang rupiah kita ada gambar palu arit. Padahal itu tulisannya BI, simbol Bank Indonesia,” tandansnya.

“Masyarakat harus mengerti dan memahami karena sekarang zamannya hoaks. Hal ini bertujuan membuat masyarakat resah agar masyarakat tidak percaya kepada pemerintah atau institusi resmi negara,” tambahnya lagi.

Diakhir acara Misbakhun memberikan hadiah pada 7 peserta seminar dengan memberikan pertanyaan ringan. Beberapa peserta mendapatkan hadiah langsung dari Misbakhun berupa uang Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta.

“Siapa nama Gubernur Bank Indonesia?” Tanya Misbakhun.

Salah satu siswi SMK Ibrahimi nampak sangat antusias untuk langsung maju ke depan dan menjawab Pak Perry Warjiyo. “Benar, dapat uang 500 ribu,” Misbakhun membenarkan.

Diketahui dalam acara seminar juga dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Azka Subhan Amirruridho. IAN