Beranda News Do’a Mbah Moen Jangan Dipolitisir Puisi Fadly Zon Lancang

Do’a Mbah Moen Jangan Dipolitisir Puisi Fadly Zon Lancang

332
0

SIAGAINDONESIA.COM – Budiman Sudjatmiko anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin mengatakan Fadly Zon tidak berhak menentukan do’a Kiai Maimoen Zubair atau Mbah Moen sebagai do’a yang tertukar lebih-lebih do’a yang salah.

Menurutnya do’a itu sifatnya vertikal yang lebih tahu hanya orang yang mendo’akan dengan Tuhanya. Sangat disayangkan jika Fadly Zon terlalu nyinyir terhadap suatu do’a dengan cepat merespon tanpa menilai hakikatnya suatu do’a itu sendiri.

Kritikan Budiman Sudjatmiko yang sekaligus politikus PDIP ini disampaikan saat mengunjungi rumah aspirasinya di Desa Soco, Kecamatan Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur, Senin, (11/02/2019). Urainya, semua do’a jangan sekali-kali dikaitkan dengan politik.

“Dia itu (Fadly Zon-red) jangan menilai-nilai ini doa yang salah atau benar. Itu bukan hak dia,” terang Budiman Sudjatmiko.

Dari kacamatanya, sudah jelas Kiai Maimoen Zubair merupakan Kiai sepuh yang mempunyai karismatik tersendiri dikalangan NU. Namun lepas dari persoalan itu Budiman tidak ingin melihat keberadaan Mbah Moen sebagai tokoh sentral NU. Sebab, dasarnya do’a bentuk keyakinan antara umat dengan Tuhanya.

“Saya tidak ingin melihat tokoh NU tidaknya tapi apakah do’a yang dipanjatkan meskipun itu si tukang nderes berhak disalahkan jelas tidak. Hakikatnya setiap orang boleh dan berhak berdo’a sesuai kehendaknya jangan disalahkan,” bebernya.

Sejak awal puisi Fadly Zon tersebut yang disinyalir berbau politik justru ditanggapi Budiman Sudjatmiko dengan adem ayem. Karena tidak kepengen menyeret persoalan tersebut ke pusaran politik praktis apalagi dikaitkan dengan Pilpres 2019.

Sesuai hematnya, kaum nahdliyin (NU-red) dengan sendirinya akan melihat secara utuh kehadiran kaum nasionalis yang tidak pernah menilai apapun suatu do’a apakah itu benar maupun sebaliknya. Karena semuanya itu urusan umat dengan Tuhanya bukan sesama umat saling menyalahkan apalagi menilai.

Polemik puisi Fadly Zon tersebut menyusul ketika Presiden Jokowi menyambangi Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah yang diasuh Kiai Maimoen Zubair, Jum’at, (01/02/2019). Diakhir acara secara tidak sengaja kiai karismatik tersebut kepleset menyebut nama Prabowo. (pr)