Beranda News Polda Jatim Ringkus 15 Penjudi Lintas Kota

Polda Jatim Ringkus 15 Penjudi Lintas Kota

693
0
Para Tersangka Kasus Perjudian Di Jawa Timur Meringkus Di Polda Jatim, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Sebanyak 15 tersangka dalam tujuh kasus judi lintas daerah di Jawa Timur diringkus tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Selain pengecer, Polisi juga mengamankan pengepul sampai bandar judi.

Apapun identitas para tersangka yang ditangkap Polda Jatim diantaranya, Warsito (42) seorang bandar asal Madiun, Agus Sunarno (46), Karmin (49), Paimin (45), ketiganya sebagai bandar togel asal Pati, Jawa Tengah.

Untuk para pengepul diantaranya, Sutrimo Alex Saputra (56), Rusdi (55) keduanya asal Tuban, M Rokim (42) asal Lamongan, Tukirin (43), Abdul Wakhid (46), Agus Sutrisno ketiganya asal Malang.

Sedangkan para pelaku yang berperan sebagai pengecer yakni, Mito (51), Ahmad Santoso (54) keduanya asal Malang, Santoso (40), Taslan (56) dan Toegijono (61) asal Tuban.

Kasubdit III Jatanras AKBP Leonard Sinambela mengatakan timnya berhasil mengungkap kasus ini dalam kurun waktu selama (4) empat hari, terhitung tanggal 1 sampai 4 Februari 2019.

“Ini bentuk dari hasil tindakan dilakukan wilayah di Jawa Timur, seperti Malang, Tuban, Lamongan. Kemudian hingga sampai pengembangan di wilayah Pati, Jawa Tengah,” kata Leonard saat dalam pres rilisnya di Mapolda Jatim, Senin (11/2).

Jenis judi yang diungkap meliputi judi online, judi dadu dan judi togel dengan perputaran uang yang beredar mulai hanya belasan juta hingga puluhan juta rupiah. Namun disampaikan Leonard, pada saat penggerebekan pelaku judi, pihaknya cuma berhasil mengamankan barang bukti belasan juta rupiah.

Seperti pada kasus judi togel yang terjadi di Tuban, Jawa Timur misalnya. Barang bukti uang tunai yang diamankan, sebesar Rp18.360.000 beserta alat judi dan alat komunikasi yang digunakan oleh para pelaku dalam menjalankan bisnis haramnya tersebut.

“Omzetnya bervariasi ada yang hanya jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah. Yang kita sita barang bukti untuk uang total adalah Rp24 juta kemudian rekapan hasil perjudian, alat komunikasi yang digunakan hanphone,” lanjutnya.

Hasil pemeriksaan menyebutkan, praktik perjudian yang dilakukan para tersangka berjalan kurang lebih selama setahun terakhir dan beroperasi setiap hari. Para tersangka dijerat Pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Ady