Beranda Headline Eksepsi Dibacakan Pengacara ADP, Begini Bunyinya

Eksepsi Dibacakan Pengacara ADP, Begini Bunyinya

174
0
Sidang Ahmad Dhani berlangsung dengan agenda Eksepsi, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Tim kuasa hukum menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang didakwakan terhadap kliennya tidak jelas, sulit dimengerti dan harus batal demi hukum. Dalam kasus ini, Ahmad Dhani Prasetyo (ADP) didakwa pasal pencemaran nama baik saat aksi Deklarasi #2019GantiPresiden.

Disampaikan Aldwin Rahardian selaku salah satu kuasa hukum ADP, bahwa dakwaan JPU tidak menyebutkan secara spesifik dimana terdakwa melakukan distribusi yang memuat tentang penghinaan sebagaimana dalam dakwaan kliennya.

“Untuk menentukan ‘locus delicti’-nya haruslah ditentukan di manakah terdakwa mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang menjadi objek tindak pidana,” katanya saat membacakan nota keberatan di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh R. Anton Widyopriyono di PN Surabaya, Selasa (12/2).

Unsur utama dalam delik Pasal 45 Ayat (3) juncto Pasal 27 Ayat (3) UU ITE tersebut, menurut dia, adalah mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang menjadi objek tindak pidana.

Selain itu, kata dia, yang dapat melakukan pengaduan (klacht) atas pelanggaran Pasal 27 Ayat (3) UU ITE hanyalah korban yang dicemarkan nama baiknya atau dihina.

Karena Pasal 27 Ayat (3) UU ITE penerapan keberlakuannya terikat dengan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP, menurut dia, yang harus menjadi korban dan melakukan pengaduan terhadap pelanggaran Pasal 27 Ayat (3) UU ITE adalah perorangan, bukan organisasi, perkumpulan, atau badan hukum.

Oleh karena itu, kata dia, berdasarkan keseluruhan uraian tersebut penasihat hukum terdakwa memohon kepada majelis hakim yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara ini agar berkenan menjatuhkan putusan sela dengan seadil-adilnya.

“Kami meminta kepada majelis hakim menerima eksepsi atau nota keberatan dari terdakwa melalui penasihat hukumnya untuk seluruhnya, dan juga menyatakan surat dakwaan jaksa penuntut umum batal demi hukum,” ujarnya.

Menanggapi eksepsi ini, hakim Anton Widyo Priyono meminta waktu untuk melanjutkan sidang pada hari Kamis mendatang.

“Sidang ditunda Kamis mendatang,” katanya.

Kasus ini bermula saat Ahmad Dhani akan menghadiri acara deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya. Namun, saat tiba di Hotel Majapahit, dia dihadang oleh kelompok yang mengatasnamakan elemen Bela NKRI.

Saat penghadangan itulah, Ahmad Dhani membuat vlog yang berisi kata-kata berkalimat ‘idiot’ yang diunggah ke media sosial dengan durasi waktu 1 menit, 37 detik. Ady