Beranda featured #TrashChallenge, Selamatkan Bumi dari Sampah

#TrashChallenge, Selamatkan Bumi dari Sampah

917
0
Tumpukan sampah di jembatan yang mengakibatkan Banjir Baleendah. Foto: Deden Iman/citarum river

SIAGAINDONESIA.COM Tagar #TrashChallenge viral di media sosial twitter akhir minggu ini. Gerakan sosial bersih-bersih sampah yang bisa dimulai dari lingkungan sekitar ini, menantang siapapun untuk berani bertindak dan selfi -tentunya sebelum dan sesudah sukses- memamerkan aksi bersih-bersih mereka. Sebagai bentuk kesadaran menjaga lingkungan.

Statista (2018)
Statista (2018)

Tantangan bersih-bersih sampah dengan tagar #trashchallenge ini menjadi cermin masyarakat Indonesia khususnya. Apalagi, pada 2018, Statista merilis data bahwa saat ini Indonesia merupakan negara dengan jumlah sampah plastik terbanyak kedua di dunia. Klasemen ini tak beranjak dari tempatnya sejak Jambeck (2015), memuat rilis “Table, plastic waste inputs from land into ocean”

Di Indonesia Lebih dari satu juta kantong plastik digunakan setiap menitnya, dan 50 persen dari kantong plastik tersebut dipakai hanya sekali lalu langsung dibuang. Dari angka tersebut, hanya lima persen yang benar-benar di daur ulang.

Hal itu berkaitan dengan data dari KLHK yang menyebut plastik hasil dari 100 toko atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun saja, sudah mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik.

Jumlah itu setara dengan luasan 65,7 hektare kantong plastik atau sekitar 60 kali luas lapangan sepak bola.

Belajar dari Jepang
Kita bisa belajar dari Jepang, tepatnya di kota Tokyo. Tokyo punya program daur ulang yang tertata dan selalu berupaya menjadi kota tanpa sampah dengan sistem pengelolaan sampah yang jauh lebih baik.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup Jepang (PDF), mereka menggunakan teknologi daur ulang alat rumah tangga, teknologi pemanfaatan biomassa, dan teknologi pembuangan sampah di TPA yang memungkinkan stabilisasi limbah dalam waktu singkat.

Untuk efisiensi pengumpulan dan pengangkutan sampah perkotaan, mereka memperluas area dengan mendirikan stasiun pemindahan sampah sehingga limbah dapat dipindahkan dari truk berukuran kecil atau sedang ke truk berukuran besar. Untuk kemudian dikirim ke TPA. nja