Beranda Headline Hakim PN Surabaya Loloskan Bandar Ganja Dan Sabu Dari Hukuman Mati

Hakim PN Surabaya Loloskan Bandar Ganja Dan Sabu Dari Hukuman Mati

222
0
Detik-detik Terdakwa Jalani Persidangan Dengan Agenda Putusan, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Berkhayal bisa lolos dari hukuman mati, tapi bisa jadi kenyataan. Begitulah yang dialami Imam Santoso (39), warga Jalan Simo Pomahan Baru 15 Surabaya, terdakwa kasus narkoba saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (27/3/2019).

Majelis Hakim Sapruddin, SH., saat pimpin persidangan di ruang Cakra PN Surabaya dengan agenda vonis Ini menjatuhkan terdakwa Imam Santoso dengan hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar dengan subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis ganja.

“Mengadili dan memutuskan untuk menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama lima belas tahun penjara dan denda sebesar satu miliar rupiah, apabila tidak dibayar maka akan diganti dengan hukuman badan selama tiga bulan kurungan,” kata Hakim Sapruddin saat membacakan amar putusan, (27/3)

Terdakwa yang didampingi pengacaranya dari lembaga bantuan hukum (LBH) Lacak, Fariji, SH., terlihat senang. Ia pun lantas menerima putusan dari Majelis Hakim tersebut.

“Saya terima putusan ini Pak Hakim,” ujar terdakwa.

Usai sidang, Fariji, SH., merasa putusan yang diberikan Majelis Hakim terhadap kliennya yang telah diharapkan. Mengingat barang bukti yang dimiliki terdakwa (sabu dan ganja, red) diatas 1 gram.

“Yang pasti usaha kami dalam membela klien bisa dikatakan berhasil loloskan dari ancaman hukuman mati,” jelasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis, SH., dari Kejari Surabaya menuntut terdakwa selama 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar dengan subsider enam bulan kurungan.

Perlu diketahui, barang bukti yang dimiliki terdakwa yakni, 1 kantong plastik berisi ganja seberat 19.301 gram, 1 kantong plastik berisi sabu seberat 1.087 gram, 3 butir kapsul warna hijau kuning seberat 1.180 gram, 5 butir pil ekstasi warna hijau muda dengan logo ‘XTC’ seberat 2.125 gram, 3 buah timbangan elektrik, 1 buah koper warna biru, dan 1 unit sepeda motor.

Terdakwa dijerat Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ady