Beranda News 8 Orang Komplotan Memperjual Belikan Satwa Dilindungi Diringkus Polda Jatim

8 Orang Komplotan Memperjual Belikan Satwa Dilindungi Diringkus Polda Jatim

126
0
Delapan Orang Tersangka Jual Belikan Satwa Dilindungi Meringkus Di Polda Jatim, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Rantai penyelundupan satwa yang dilindungi untuk diperjual belikan hewan tanpa ijin oleh 8 orang tersangka berhasil digagalkan oleh anggota Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (27/3/2019).

Delapan orang yang berhasil ditangkap Polisi berinisial RSL (24), AN (32), VS (32), AW alias AMR alias TJ (35), RR alias OCK (32), MR (30), BPH (22), DD (66) dan 1 orang lagi (DPO) masih dalam pencarian petugas.

Disampaikan Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan bahwa temuan tersebut merupakan informasi dari masyarakat tentang adanya jual beli satwa yang dilindungi. Pada Hari Jum’at, 22 Februari 2019, petugas Unit I Subdit IV Tipidter melakukan pemeriksaan dan pengecekkan.

“Subdit Tipidter yang dipimpin oleh AKBP Rofik telah melakukan penindakan di wilayah hukum di Jawa Timur, yakni di Kota Surabaya, Kabupaten Jember serta Kabupaten Bondowoso . Dari penindakan itu di temukan berbagai jenis satwa liar, baik dalam kondisi hidup maupun mati, terutama Komodo,” ujar Yusep, Rabu (27/3/2019).

Lebih lanjut, Yusep menjelaskan penjualan satwa tersebut dilakukan tersangka melalui media sosial, melalui sebuah akun Facebook dengan nama Mild Bold Call, Baong Pets dan Vitty Sayangmamaselamanya.

Dari hasil penangkapan di Kota Surabaya Petugas berhasil mengamankan barang bukti 5 ekor komodo, 1 ekor kaka tua jambul kuning, 5 ekor burung nuri, 5 ekor perkici flores, 1 ekor kasuari, 1 buah tengkorak bertanduk rusa, sedangkan untuk barang bukti penangkapan di Jember dan Bondowoso Petugas mengamankan 10 ekor berang berang, 5 ekor kucing hutan, 1 ekor jelarang, 7 ekor luthung, 6 ekor trenggiling, 1 ekor cukbo ekor merah serta 1 ekor elang bido.

Atas perbutannya tersangka terancam dengan hukuman lima tahun penjara karena melanggar undang – undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ady