Beranda Edukasi Milad Ke 25 Yatim Mandiri Strategi Optimalisasi Dana Zakat di Era Industri...

Milad Ke 25 Yatim Mandiri Strategi Optimalisasi Dana Zakat di Era Industri 4.0

129
0
Seminar Strategi Optimalisasi ZISWAF di Era Industri 4.0

SIAGAINDONESIA.COM – Dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf) berpotensi untuk pengembangan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, dana wakaf ini juga membuka peluang memajukan institusi pendidikan, seperti pendidikan tinggi. Namun, dalam penerapannya dana wakaf ini masih ada yang belum tergali secara optimal.

Direktur Yatim Mandiri Zaini Faishol mengatakan, perlu pemikiran dan terobosan baru agar ZISWAF ini dapat tergali secara optimal.

“Kalau ini bisa dilakukan, maka potensi besaran dana wakaf akan dapat mengembangkan potensi SDM umat Muslim menuju kesejahteraan bersama,” kata Zaini saat menjadi narasumber Seminar Strategi Optimalisasi ZISWAF di Era Industri 4.0, bertempat di Kampus Kemandirian, Jalan Sarirogo No.1, Sidoarjo, pada Sabtu (30/3/2019).

Dijelaskan, Ziswaf dapat menopang kemajuan peradaban di Indonesia itu sendiri. Untuk itu, penggalangan dana wakaf perlu untuk terus digalakkan. Tentunya hal ini dapat dimulai dengan memberikan pemahaman kepada generasi selanjutnya yang memiliki potensi besar dalam penggalangan dana Ziswaf.

“Kesadaran dalam berzakat, infaq, sedekah dan wakaf perlu ditanamkan sejak muda, sejak mahasiswa,” ujar Zaini.

Pengembangan dana Ziswaf sudah seharusnya disesuaikan dengan revolusi industri 4.0 sekarang ini. Oleh sebab itu, butuh sumber daya manusia yang aktif, kreatif dan inovatif dalam menyesuaikan perubahan yang begitu cepat.

“Dengan begitu akan bisa dicapai kemajuan Ziswaf yang bisa menyesuaikan kemajuan peradaban,” lanjutnya.

Hadir di seminar itu beberapa tokoh Ziswaf sebagai pemateri. Yakni, Doktor Irfan Sayuqi Beik, PhD (Direktur Puskas BAZNAS), Ir. Iwan Fuad, M.Si (Komisioner Badan Wakaf Indonesia), dan Dr. Imron Mawardi, Sp, M.Si (Ketua Umum PW MES Jatim). Ketiga narasumber tersebut juga menyampaikan materi tentang bagaimana mengoptimalkan penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran dana Ziswaf.

 

 

Seminar Strategi Optimalisasi ZISWAF di Era Industri 4.0 

Seperti disampaikan oleh Doktor Irfan Sayuqi Beik, ketika zakat bisa dikelola dan disalurkan oleh lembaga yang amanah, maka hasilnya adalah meningkatnya kemampuan zakat dalam mengurangi angka kemiskinan mustahik.

“Kalau kita menggunakan standar nisab, 26% mustahik itu bisa kita konferensi menjadi muzakki, dan itu sangat luar biasa,” jelasnya.

Irfan Sayuqi Beik meyakini, ketika zakat dikelola oleh institusi  bisa menjadi sesuatu yang luar biasa. Dengan adanya Yatim Mandiri ini sebagai bukti, bahwa zakat yang dikelola secara profesional dan amanah, maka hasilnya sangat luar biasa.

“Saya berharap  Yatim Mandiri mengambil andil dalam mengentaskan kemiskinan mustahik,” ujarnya.

Di akhir acara seminar, Yatim Mandiri juga melaunching 2 program baru yakni, Kampung Bisa Mandiri dan Gerakan Wakaf Mandiri. Program ini berinisiasi untuk mengembangkan penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran dana wakaf. Kedua program ini diresmikan langsung oleh Direktur Utama Yatim Mandiri Zaini Faisal.

Seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Milad Ke 25 Yatim Mandiri di Hari Sabtu (30/3). Yang dilanjutkan dengan acara Dakwah Milenial dengan tema Pasangan Muda Inspiratif yang digelar di Masjid Ulul Albab. Untuk Narasumbernya Yatim Mandiri menghadirkan Ustadz Heru Kusamahadi, Lc serta pasangan Natta Reza dan Wardah Maulina. Lalu malam harinya acara Shalawat Kemandirian bersama Gus Asmi. Sedangkan pada acara Minggu (31/3), Yatim Mandiri akan menyalurkan bantuan beasiswa senilai Rp 11 Miliar utuk anak-anak yatim dan dhuafa, dengan mengundang Gubernur Jatim.

Dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sekolah untuk anak-anak yatim dan dhuafa, SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School (ICMBS) , oleh Gubernur Jatim.tji