Beranda aneka Tingkatkan Produktifitas Pupuk PG Terus Kembangkan Inovasi Teknologi

Tingkatkan Produktifitas Pupuk PG Terus Kembangkan Inovasi Teknologi

112
0
SIAGAINDONESIA.COM Kemampuan dalam hal teknologi mampu ditunjukkan perusahaan pupuk nasional PT Petrokimia Gresik (PG), melalui serangkaian inovasi strategis dalam beberapa tahun terakhir. Seperti, memodifikasi pabrik pupuk NPK dari pipe reactor menjadi prenetralizer.
Direktur Pemasaran PT PG Meinu Sadariyo menuturkan bahwa inovasi teknologi yang telah dilakukan perusahaannya hasilnya mampu meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK dari 300 menjadi 450 ribu ton per tahun. “Total saat ini, PG memiliki 8 pabrik pupuk NPK, dengan total kapasitas 2,7 juta ton per tahun. Sehingga, menjadi yang terbesar di Indonesia,” ujarnya, Minggu (31/3/2019).
“Tak hanya itu, kami juga telah memodifikasi pabrik pupuk SP-36 menjadi pabrik fleksibel yang juga mampu memproduksi pupuk NPK. Melalui inovasi di bidang proses produksi ini, PG berhasil mengantongi 5 Paten,” tegasnya.
Lebih lanjut Meinu mengatakan, perusahaan juga mengoptimalkan pemanfaatan energi pada sejumlah pabrik. Serta, menjual basic design pabrik pupuk NPK ke produsen pupuk lain yang berada dibawah PT Pupuk Indonesia Group.
Hal itu, sebagai bentuk dukungan PG terhadap upaya strategis holding PT Pupuk Indonesia. Untuk menciptakan NPK Cluster di Indonesia, demi memenuhi kebutuhan pupuk NPK yang terus meningkat.
“Langkah strategis tersebut merupakan taktik kami dalam mendukung program transformasi bisnis, yang saat ini sedang digalakkan oleh Dirut Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi. Sasaran utamanya adalah, mewujudkan diri sebagai produsen pupuk untuk solusi agroindustri,” ungkapnya.
Sementara di bidang riset produk, PG memiliki Pusat Riset dan kebun percobaan seluas 6 hektar dengan fasilitas riset yang cukup lengkap. Perusahaan juga melakukan diversifikasi usaha dan telah memiliki lebih dari 30 produk dari hulu hingga hilir.
Mulai dari produk benih unggul, pembenahan tanah, pupuk tunggal, pupuk majemuk, pupuk organik, pupuk hayati, dekomposer, probiotik, produk olahan hasil pertanian, serta teknologi pengendalian hama,” paparnya.
“Untuk penguasaan produk dari hulu ke hilir adalah upaya kami untuk bisa menjadi pemain utama, atau dominant player di Indonesia, khususnya pada bidang pertanian dan agroindustri secara umumnya,” tutup Meinu. Zer