Beranda Bisnis 2018 Laba Bersih PT Semen Indonesia Mencapai Rp 3.086 Triliun

2018 Laba Bersih PT Semen Indonesia Mencapai Rp 3.086 Triliun

254
0
SIAGAINDONESIA.COM Pertumbuhan kinerja yang positif tahun 2018, membuat PT Semen Indonesia (Persero) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 3.086 triliun.
Direktur Utama PT Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso mengatakan, peningkatan kinerja Perseroan tahun 2018 didukung oleh strategi baru melalui berbagai program transformasi yang diterapkan di seluruh Semen Indonesia Group.
“Salah satu terobosan yang mendukung peningkatan kinerja secara signifikan, adalah transformasi biaya (cost transformation). Strategi ini, merupakan kunci keberhasilan perusahaan untuk bangkit,” ujarnya, Rabu (3/4/2019).
Di tambahkan Hendi, bahwa tahun 2018 merupakan kondisi yang berat bagi Perseroan, salah satunya dengan adanya kenaikan harga batu bara yang mempengaruhi beban operasional perusahaan. Selain itu, persaingan industri semen nasional yang semakin ketat dengan hadirnya para pemain baru.
“Pada tahun 2018, Perseroan secara konsolidasi mencatatkan total volume penjualan domestik dan ekspor sebesar 33.153 juta ton, termasuk penjualan dari Thang Long Cement (TLCC) Vietnam. Volume penjualan tersebut naik 5,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar 31.348 ton,” tuturnya.
“Sepanjang tahun 2018, volume penjualan ekspor Perseroan dari fasilitas produksi di Indonesia tercatat sebesar 3.157 juta ton, atau naik sebesar 68,7 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 yang sebesar 1.871 juta ton,” ungkapnya.
Selain itu, masih menurut Hendi kinerja keuangan Perseroan pada tahun 2018, naik 10,33 persen dengan pendapatan sebesar Rp 30.688 triliun. Sebab, tahun 2017 sebesar Rp 27.814 triliun.
Sedangkan, beban pokok pendapatan tercatat Rp 21.357 triliun, atau naik 7,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 19.854 triliun. Sementara, laba per saham dasar tercatat Rp519,- naik 90,11% dibanding periode yang sama tahun 2017  sebesar Rp273,-,” urainya.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“SMGR”) yang didirikan pada tahun 1957 di Gresik, dengan nama NV Semen Gresik. Kemudian pada tahun 1991, PT Semen Gresik go public dan menjadi perusahaan BUMN pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia,” tukasnya.
“Pada tahun 1995, PT Semen Gresik (Persero) Tbk melakukan konsolidasi dengan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa yang kemudian dikenal dengan nama Semen Gresik Group.
Dalam perkembangannya pada tanggal 7 Januari 2013, PT Semen Gresik (Persero) Tbk bertransformasi menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan berperan sebagai strategic holding company yang menaungi PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, dan Thang Long Cement Company,” paparnya.
Dan tepat pada 31 Januari 2019, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) telah resmi mengakuisisi 80.6% kepemilikan saham Holderfin B.V. yang ditempatkan di PT Holcim Indonesia Tbk. Selanjutnya pada tanggal 11 Februari 2019, melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB),” tandasnya. Zer