Beranda Politik La Nyalla: Bisyaroh untuk Kiai itu Lumrah

La Nyalla: Bisyaroh untuk Kiai itu Lumrah

111
0
La Nyalla Mahmud Matalitti

SIAGAINDONESIA.COM – Video viral Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang memberi amplop kepada pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil, Demangan, Bangkalan, Madura, Zubair Muntasir, mendapat tanggapan beragam. Salah satunya dari Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Menjawab pertanyaan media di Surabaya, La Nyalla menganggap yang dilakukan oleh Menko Luhut adalah hal yang lumrah dan wajar.

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah. Itu suatu yang lumrah. Malah aneh kalau kita sowan ke kiai tapi nggak ngasih bisyaroh,” ungkap La Nyalla, Rabu (3/4/2019).

Kata La Nyalla, masyarakat sebenarnya sudah memahami tentang tradisi pemberian amplop atau hadiah kepada Kiai. Tradisi tersebut juga bukan hal baru.

“Asal mula dari tradisi ini adalah dalam niatan mencari berkah dari Kiai. Saya pribadi juga melakukan tradisi tersebut. Bahkan tidak jarang pengusaha atau pejabat memberikan hadiah umroh atau haji kepada para Kiai. Itu sangat wajar,” urainya.

Diungkapkan La Nyalla, saat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat Presiden juga memberikan bisyaroh kepada para Kiai. Dan hal tersebut tidak menjadi masalah. “Apalagi kita semua tahu, pesantren itu entitas civil society mandiri, yang tidak jarang pembiayaannya dari kantong pengasuh. Nah, kita selain berniat mencari barokah dari ulama, juga diniatkan untuk membantu proses belajar mengajar di pesantren,” tambah calon anggota DPD RI dari Dapil Jatim ini.

Jadi, lanjut La Nyalla, yang dilakukan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kepada Kiai Zubair beberapa waktu lalu tidak lebih sebagai bentuk penghormatan kepada kiai dan menjalankan tradisi di masyarakat.

“Apalagi beliau (Kiai Zubair, red) biasa menerima kunjungan siapa pun. Termasuk kunjungan pejabat negara, politisi sampai rakyat jelata. Jadi kunjungan Pak Luhut ke sana, tak usah digoreng untuk konsumsi politik,” tandasnya.tji