Beranda Edukasi Sukseskan Pemilu 2019, KPU Siapkan 78 TPS Khusus Lapas dan Rutan di...

Sukseskan Pemilu 2019, KPU Siapkan 78 TPS Khusus Lapas dan Rutan di Jatim

81
0
78 TPS Khusus disiapkan di Lapas dan Rutan

SIAGAINDONESIA.COM – Pelaksanaan pemungutan suara di Pemilu 2019 semakin dekat, menyambut dan mensukseskan pesta demokrasi itu, Kanwil Kemenkumham Jatim serta jajarannya semakin gencar mempersiapkan proses pemungutan suara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau Rumah Tahanan (Rutan).

“Sesuai data terbaru, rencananya ada 78 Tempat Pemungutan Suara atau TPS Khusus Lapas/Rutan di Jatim,” kata Kasubid Pengelolaan Barang Sitaan, Barang dan Keamanan Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim Alzuarman, usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) hasil perbaikan ketiga tingkat Jatim Selasa, (3/4/2019).

Disebut, rencananya ada 78 TPS khusus Lapas/Rutan yang disediakan KPU Jatim.

“Jumlahnya bervariasi, tiap Lapas/Rutan tidak sama. Paling banyak Lapas Malang ada 11 TPS, untuk Lapas Porong dan Rutan Medaeng 6 TPS. Lainnya ada yang tiga, dua atau satu TPS saja, tergantung penghuninya,” urainya.

Sebelumnya, Kasubid Bimbingan dan Pengentasan Anak, Sukir menyampaikan, ada sekitar 14.116 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di 39 Lapas/Rutan yang terdaftar sebagai DPT. Mayoritas WBP masuk dalam kategori Daftar Pemilih Tambahan (DPT-B).

“Jumlah tersebut masih bisa bertambah,” tutur Sukir.

Sementara, Kadiv Pemasyarakatan, Pargiyono menambahkan kalau pihaknya hingga saat ini masih mengupayakan perekaman E-KTP sebagai syarat WBP bisa menyalurkan hak suaranya.

Lanjut Pargiyono, pihak KPU juga memberikan kebijakan penetapan DPT dan DPT B. Dijelaskan, seharusnya satu bulan sebelum hari pemungutan suara harus sudah final, tapi ada kelonggaran sampai hari H.

“Sepanjang surat suara masih ada dan identitas jelas serta terdaftar di DPT asal, maka akan diizinkan menyalurkan hak suaranya,” terang Pargiyono.

Gunakan hak pilih di Pemilu 2019

Disebutkan, sampai saat ini jumlah WBP di Jatim lebih dari 27 ribu orang. Dari jumlah itu ada yang tidak punya hak pilih seperti anak-anak dan WNA. Tapi jumlahnya tidak signifikan. Di sisi lain, sirkulasi WBP sangat dinamis karena setiap hari ada perubahan. Karena ada yang pindah, bebas atau meninggal dunia.

“Saat ini yang kami gencarkan adalah koordinasi dengan Dispendukcapil, apalagi saat ini WBP sudah bisa memilih walau hanya memiliki Surat Keterangan (Suket) saja,” terangnya.

Untuk mekanisme pemungutan suara juga berbeda. Karena pemilih sebagian besar DPT B, maka seluruh pemilik suara bisa menyalurkan haknya sejak TPS di buka. Tidak 1 jam terakhir.

Ditambahkan, karena sangat jarang tempat penahanan dan domisili sesuai identitas WBP.tji