Beranda Edukasi Sandiaga Uno Siap Pasang Badan Untuk Guru Paud, Sepakati Lima Kontrak Politik...

Sandiaga Uno Siap Pasang Badan Untuk Guru Paud, Sepakati Lima Kontrak Politik  

164
0
Sandiaga Uno dalam acara 'Cawapres menyapa Guru Paud' yang dihadiri ribuan guru Paud di Surabaya, Kamis (4/4/2019).

SIAGAINDONESIA.COM Sandiaga Salahudin Uno berjanji akan meningkatkan kesejahtraan guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) jika terpilih menjadi wakil presiden mendampingi capres Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkan Sandi dalam acara ‘Cawapres menyapa Guru Paud’ yang dihadiri ribuan guru Paud di Surabaya, Kamis (4/4/2019).

Mantan Wakil Gubernur DKI ini berjanji mengadopsi kebijakan tentang guru Paud yang diterapkan di provinsi DKI selama ini ke level nasional.

“Di DKI, saat saya masih menjadi wakil gubernur, kami berjuang menganggarkan Rp 63 miliar untuk membantu kesejahteraan guru Paud, dan tambahan Rp 500 ribu untuk semua guru Paud setiap bulannya,” kata Sandi.

Kepada ribuan guru Paud dari berbagai daerah yang hadir, Sandi berjanji memprioritaskan perhatian untuk guru-guru Paud dan mengintegrasikan dengan pendidikan formal lainnya.

“Yang pasti saya dan Pak Prabowo akan pasang badan untuk guru Paud. Di tangan mereka generasi Indonesia dipertaruhkan. Karena inilah masa- masa the Golden age,” terang Sandi.

Namun dia berpesan kepada para guru Paud, untuk tidak membebani kurikulum pendidikan Paud.

“Pendidikan Paud harus diisi dengan banyak permainan, dan membentuk akhlak, serta menemukan minat dan bakat sejak dini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, ribuan Guru Paud menyodorkan lima point kontrak politik kepada Sandiaga Uno.

Berikut kelima kontrak politik atau pakta integritas yang telah dirangkum. Pertama, Paud menjadi satu kesatuan pendidikan seperti jenjang pendidikan lainnya.

Kedua, meningkatkan kesejahteraan praktisi Paud (Saat ini honor guru Paud Terpadu per bulan 100-250 ribu).

Ketiga, meningkatkan profesionalisme para praktisi Paud (memberikan bantuan biaya untuk studi S1 sebagai syarat memberikan pembelajaran di Paud).

Keempat, membuka moratorium pendidikan S1 Paud di perguruan tinggi secara berkala.

Kelima, melakukan akreditasi untuk guru dan praktisi Paud.nya