Beranda Headline Soal Kasus Mayat Mutilasi Dalam Koper Di Blitar, Polda Jatim Temui Titik...

Soal Kasus Mayat Mutilasi Dalam Koper Di Blitar, Polda Jatim Temui Titik Terang

525
0
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Terkait kasus pembunuhan Budi Hartanto (28), seorang guru honorer asal Kediri yang mayatnya ditemukan dalam koper dengan kondisi kepala terpenggal di bawah jembatan Jalan Raya Blitar-Kediri di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Kepolisian Daerah (Polda) Jatim temui titik terang.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menerangkan korban yang akrab di sapa Budi sebelum tewas, sempat terlibat pertikaian dengan pelaku. Korban sempat membela diri saat pertikaian tersebut berlangsung. Tangan korban mengalami luka sabetan benda tajam.

“Dari hasil uji forensik dan otopsi yang dilakukan tim dokter RSUD Mardi Waluyo, Blitar, terlihat luka menganga dibagian lengan tangan korban. Rupanya, korban sebelum meninggal itu korban mengalami luka penangkisan,” kata Barung di ruang Humas Polda Jatim, Senin (8/4).

Disebutkan Barung, benda tajam yang dipakai pelaku untuk menciderai korban hingga membunuh bahkan dipakai untuk memenggal kepala Budi itu lebih dari batu.

“Kemungkinan, pembunuhan itu tidak dilakukan dengan satu senjata dan satu alat pemotong. Bisa saja pisau, bisa saja yang lain,” imbuhnya.

Sementara itu, alasan pelaku membunuh hingga kepala korban dipenggal itu bukan semata-mata untuk menghilangkan jejak. Melainkan saat hendak dibuang, mayat tidak bisa dimasukkan ke dalam koper.

“Dan pemotongan dibagian leher dilakukan pelaku ketika korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jadi ada dua alasan, yang pertama untuk menghilangkan jejak dan yang kedua karena kopernya tidak bisa muat kalau lehernya (korban) tidak dipotong,” jelas Barung.

Jadi menurut Barung, dari temuan-temuan fakta ini semakin kuat disimpulkan, bahwa kasus pembunuhan Budi Hartanto, tersebut telah direncanakan sebelumnya. Diduga Budi dibunuh oleh dua orang saat ini tengah dalam perburuan Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Perburuan terhadap dua orang tersebut berdasarkan pemeriksaan 16 orang saksi. Terbagi atas 6 orang saksi yang diperiksa di Polres Blitar Kota dan 10 orang saksi lainnya diperiksa di Polres Kediri, serta uji forensik terhadap alur komunikasi korban sebelum ditemukan tewas.

Tak hanya itu, handphone yang saat ini diketahui masih dalam penguasaan dua orang tersebut. Juga mengindikasikan bahwa mereka adalah pelaku. Ady