Beranda News Lagi, JPU Gagal Hadirkan Penyewa Jasa Vanessa, Majelis Hakim Meradang

Lagi, JPU Gagal Hadirkan Penyewa Jasa Vanessa, Majelis Hakim Meradang

129
0
Suasana Persidangan Kasus Prostitusi Online Di PN Surabaya, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Tidak hadirnya Rian Subroto, penyewa jasa ‘esek-esek’ Vanessa Angel kedua kalinya di persidangan sebagai saksi membuat Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana meradang. Pasalnya, sudah dua kali Jaksa Penuntut Umum (JPU) gagal mendatangkan Rian Subroto pada sidang kasus prostitusi online.

Saat menyidangkan kasus prostitusi online dengan terdakwa Endang Suhartini alias Siska yang berlangsung tertutup di ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Hakim Anne perintahkan JPU agar segera untuk menghadirkan Rian dalam sidang tersebut. Hal tersebut disampaikan Franky Desima Waruwu, selaku kuasa hukum dari terdakwa Endang Suhartini alias Siska usai sidang, Senin (8/4/2019).

“Dalam sidang tadi, Majelis hakim memerintahkan penuntut umum untuk menghadirkan Rian Subroto ke persidangan,” kata Franky kepada puluhan awak media.

Kehadiran Rian, menurut Franky sangat dibutuhkan dalam perkara ini. Terutama untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

“Keterangan Rian Subroto ini diperlukan untuk alat bukti di persidangan. Ketika penggerebekan di Hotel Vasa, kata Vanessa tadi keberadaan Rian diabaikan Polisi,” imbuhnya.

Giliran 3 orang saksi penangkap dari Ditreskrimsus Polda Jatim bersaksi, Franky menganggap bahwa para saksi ini tidak memberikan keterangan yang relevan. Sesuai BAP.

“Mereka tidak bisa menjelaskan, tetapi di dalam keterangan BAP oleh polisi sendiri mereka menjelaskan panjang lebar dan sistimatis. mereka mengakui hanya sebagai penangkap atas perintah kasubdit untuk memantau artis yang ke Surabaya,” beber Franky.

Keterangan saksi penangkap tersebut, sempat membuat majelis hakim heran, mengingat artis yang datang ke Surabaya bukan hanya Vanessa Angel.

“Tapi akhirnya pertanyaan itu tidak dilanjutkan hakim dan hakim menggali fakta fakta yang lainnya,” ujarnya.

Dalam persidangan tersebut, Franky juga menanyakan sosok yang memboking Hotel Vasa, tempat eksekusi prostitusi tersebut.

“Karena saksi penangkap ini tidak tahu, kami meminta agar manajemen hotel Vasa juga dihadirkan dalam persidangan,” tandasnya. Ady