Beranda aneka Injury Time, Ida Caleg PDIP Tegaskan Suara Rakyat Suara Hati

Injury Time, Ida Caleg PDIP Tegaskan Suara Rakyat Suara Hati

186
0

SIAGAINDONESIA.COM – Memasuki babak akhir masa kampanye Pemilu 2019 tidak kepengen kepalang tanggung untuk lebih menyerap aspirasi masyarakat selaku pemegang hak pilih. Disinilah sebagai seorang calon legislatif (caleg) keberadaan Muflikhatul Hidayati yang kerap disapa Ida menghindari ‘obral janji’ terhadap masyarakat diwilayahnya.

“Kalau kita sebagai caleg petahana sudah berpengalaman menata dan menyerap aspirasi langsung dari warga masyarakat. Paling utama bagi kita adalah jangan sekali-kali membohongi warga dengan obral janji ini itu. Dan terpenting bukti yang kita suguhkan sebagai legislatif nantinya,” terang Ida, Rabu, (10/04/2019).

Ida yang tercatat sebagai caleg nomor urut 02 DPRD Kabupaten Ngawi Dapil 5 (Karanganyar, Widodaren, Mantingan) dari PDIP menyebut, salah satu caleg dari perempuan ia tidak segan berkompetisi dengan lainya. Sekarang ini menurutnya, harus mengikuti kata hati apa yang dikehendaki pemilih dalam ajang kontestasi politik lima tahunan tersebut.

“Makanya bagi kita melakukan advokasi kepada masyarakat secara langsung itu sebagai hal utama. Berjuang demi saudara menjadi kewajiban jangan sampai janji manis sepah dibuang,” ulasnya.

Sekali lagi, Ida perempuan kelahiran 1986 lalu beralamatkan Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Ngawi, mengaku lebih memilih mengikuti arus konstituen (masyarakat) tanpa memoles diri secara dadakan seolah demi rakyat apalagi bicara soal milenial.

Dibenarkan Ida yang sekarang masih duduk di Komisi 2 DPRD Ngawi bahwasanya pemerintah sedang giat-giatnya mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar menguasai teknologi digital.

Salah satu cara yang dipilih adalah program vokasi SMK dan industri, serta memacu politeknik melalui program skill for competitiveness. Akan menjadi sangat ideal jika program peningkatan kompetensi SDM itu bisa masuk dalam kurikulum pendidikan sejak pendidikan dasar untuk menyiapkan generasi milenial yang kompetitif dan produktif. (pr)