Beranda News Di Ngawi, Ada Kabar Dana PKH Diminta Lagi

Di Ngawi, Ada Kabar Dana PKH Diminta Lagi

9374
0

SIAGAINDONESIA.COM – Cukup keterlaluan masalah yang dialami sebagian para penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Ngawi, Jawa Timur. Kabar tersebut menyusul permintaan uang kembali dari para penerima Rp 600 ribu yang diminta oleh oknum pendamping PKH. Permintaan uang tersebut tanpa alasan jelas maupun motifnya.

Sebagian penerima yang merasa resah berencana mengembalikan uang yang dimaksudkan pada 11 April 2019 Kamis besok. Namun sebagian lagi memilih pasrah karena uang PKH yang diterimanya sudah habis. Seperti yang dialami kakek Rimin (80) warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Ngawi.

Suami dari Dinem (65) ini diminta mengembalikan uang Rp 600 ribu dari dana PKH yang ia terima pada Senin, 8 April 2019 lalu senilai Rp 1.250.000. Permintaan itu setelah Rimin didatangi ketua kelompok dan pendamping PKH pada Rabu pagi, 10 April 2019. Akan tetapi bagi Rimin tidak bisa memenuhi permintaan itu pasalnya uang yang ia terima sudah habis untuk berobat.

“Kakek saya itu dapat bantuan dari PKH dan tadi pagi di datangi ketua kelompok di suruh kumpul mengembalikan uang Rp 600 ribu. Alasanya tidak tau saya mencoba tanya yang lain mereka sebagian juga di minta mengembalikan uang itu,” terang Paimin warga Desa Cantel, Rabu, (10/04/2019).

Kejadian serupa juga dialami tiga orang penerima PKH di desa setempat. Mereka adalah Warsi (65), Jami (61) dan Sarno (70) ketiga merasa resah akibat permintaan dari pendamping PKH itu. Mendapat informasi tersebut saat itu juga petugas dari Dinsos Kabupaten Ngawi meluncur ke lokasi untuk melakukan klarifikasi. Sayangnya setelah di cek petugas tidak menemukan kabar yang diterimanya.

“Katanya ada kabar permintaan untuk mengembalikan sejumlah uang. Setelah kita cek langsung ternyata tidak benar,” kata Tri Pujo Handono Kepala Dinsos Kabupaten Ngawi.

Diakui Tri Pujo, untuk penerima PKH pada komponen lansia menerima transferan dalam satu tahun sebesar Rp 2,4 juta. Sistim pencairanya ada 4 kali yang masing-masing Rp 600 ribu. Seperti diketahui di Ngawi ada 45.377 penerima PKH yang tersebar di 217 desa/kelurahan. Sesuai jadwal setiap tiga bulan sekali para penerima PKH menerima transferan/pencairan.

Pencairan pertama dilakukan pada Januari dan kedua pada April 2019 dan seterusnya. Memang tidak menutup kemungkinan pada PKH ini terjadi pungutan liar hingga data fiktif. Seperti data dari orang yang sudah meninggal hingga jual beli Kartu Keluarga Sejahtera. (pr)