Beranda Bisnis Kontainer Mini Tol Laut Kirim Beras ke Pedalaman

Kontainer Mini Tol Laut Kirim Beras ke Pedalaman

179
0
Kontainer Mini untuk kirim beras ke daerah terpencil

SIAGAINDONESIA.COM – Guna mendukung program end to end agar bisa menyentuh seluruh desa-desa terpencil dalam pengiriman beras dari Bulog, diluncurkan inovasi kontainerisasi. Pengiriman dilakukan menggunakan Kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara II dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (10/4/2019).

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Captain Wisnu Handoko mengatakan, pengiriman perdana sebanyak tiga ton beras itu dengan rute perjalanan dari Surabaya menuju Bitung.

“Pengiriman dari Surabaya menuju Bitung yang selanjutnya ditembuskan hingga desa-desa di Kecamatan Essang, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara,” kata Wisnu Handoko.

Dijelaskan, beras sebanyak tiga ton tersebut diambil dari Bulog merupakan pengiriman perdana untuk badan usaha milik desa (Bumdes) dengan menggunakan mini kontainer agar dapat menjangkau desa-desa di kecamatan Essang dengan menggunakan kapal tol laut, KM. Logistik Nusantara II melalui Bitung.

Captain Wisnu menambahkan, tahun ini program tol laut dengan konsep end to end itu mencoba untuk menembus daerah-daerah yang lebih dalam dengan menggunakan kapal yang lebih kecil.

Sehingga membutuhkan mini kontainer agar bisa menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses alat bongkar muat di pelabuhan dan akses jalan raya.


“Rata-rata di daerah tersebut tidak ada trailer dan hanya truk kecil, makanya dengan mini kontainer ini sangat cocok,” tambahnya.

Guna kelancaran pengiriman, kontainer didapat dari PT Pelindo Marine Service (PMS) yang telah membuat Mini Container. 

“PMS menawari melalui Dirutnya, bagaimana kalau dilakukan uji coba pengangkutan beras dengan menggunakan mini container, sehingga bisa diteruskan dengan fider tol laut KM Kandaga ke pulau-pulau terpencil,” terangnya.

Masih menurut Captain Wisnu, pengiriman baru bisa dilakukan di daerah Maluku karena kontainernya masih terbatas dengan membawa beras tersebut dari Bitung dengan kapal kecil menuju Pelabuhan Melonguane. Kemudian dilanjutkan ke Pelabuhan Essang menggunakan kapal Perintis dan selanjutnya diteruskan ke gudang desa.

Selanjutnya, untuk pengiriman gelombang kedua akan diuji coba dari Mamberao Raya dengan menggunakan kapal fider dari Sorong ke Sarmi, dan diteruskan menggunakan kapal penyeberangan mikik PT ASDP hingga ke pedalaman.

“Kalau uji coba pengiriman dengan mini kontainer ini sukses mendapat tanggapan positif dari stakehokders maka selanjutnya kita akan meminta PT PMS untuk bisa menyediakan yang lebih banyak lagi sehingga program tol laut bisa lebih baik dapat dirasakan masyarakat kepulauan,” urainya.

Ditambahkan, penggunaan mini container itu mekanismenya saat ini gratis namun, selanjutnya akan diterapkan sistem sewa kepada pemilik, dalam hal ini PT PMS.

“Kita yakin sewanya tidak mahal karena PMS adalah anak perusahaan PT Pelindo III yang notabene BUMN,” terang Captain Wisnu.

Dari uji coba itu, pemerintah menargetkan beras itu bisa dikirim dan dapat dibeli oleh BUMDes, karena sudah ada kerjasama sehingga disparitas harga bisa dipotong.

“Dengan adanya program kontainer masuk desa tentunya akan mendukung program tol laut dengan skema end to end. Dan dengan program ini diharapkan kehadiran negara akan semakin dirasakan oleh masyarakat utamanya di daerah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terpencil dan Pedalaman) serta dapat menurunkan disparitas harga antara Indonesia bagian Barat dan Indonesia Bagian Timur,” katanya.

Terpisah, Direktur Utama PT PMS  Eko Hariyadi Budiyanto mengatakan, pihaknya sangat ingin mendukung program Tol Laut yang sedang digencarkan pemerintah. Yakni dengan mengebangkan kontainer mini

Untuk itu pihaknya menawarkan kepada perhubungan laut agar menggunakan tiga unit secara gratis dalam masa memperkenalkan kepada stakeholders.

“Penggunaan mini cont ini secara gratis karena kita masih dalam taraf perkenalan,” tutur Eko.

Selama ini kontainer serupa hanya dibuat di China. Sementara, untuk produk satu-satunya di Indonesia ini konstruksi kontainernya secara spesifik berbeda. Karena mini container ini dibuat bongkar pasang guna memudahkan penyimpanan saat kosong maupun pengiriman kembali. Keunggulan container ini, lantaran bisa masuk ke daerah-daerah terpencil.

Dalam keadaan kosong, kontainer jenis ini bisa dilipat dan ditumpuk hingga 7 sampai 9 box dalam satu kontainer 20 fit itu.  Ukuran container ini sangat kecil, yakni 1.9 x 1.9 meter dengan tinggi 2 meter.

“Sehingga truk kelas dua bisa memuatnya hingga dua unit,” jelas Eko.

Mini container ini juga sangat fleksibel. Bisa dimasukkan dalam kontainer besar maupun berdiri sendiri. Untuk setiap boks bisa diisi muatan hingga 3 ton. Juga bisa membantu tol laut menjadi stored untuk beras ke daerah yang tidak ada gudangnya.

“Dalam taraf uji coba ini tentunya kita juga berharap ada kritik guna perbaikan. Yang paling penting ini produk anak bangsa,” tandasnya.

Produsen kontainer mini itu menyebut jika ada permintaan,  dalam dua bulan saja pihaknya mengerjakan seribu unit.

“Tiga bulan kita targetkan untuk pengenalan selanjutnya, baru berbicara bisnis,” pungkasnya.tji