Beranda Arena Peran Penting IJL, Dibalik Kemeriahan Jakarta Glory 2001

Peran Penting IJL, Dibalik Kemeriahan Jakarta Glory 2001

179
0
reuni bertajuk Jakarta Glory Spirit 2001
reuni bertajuk Jakarta Glory Spirit 2001

SIAGAINDONESIA.COM Dibalik kemeriahan para legenda Persija Jakarta yang menjuarai Liga Indonesia 2001 dalam kurun waktu 18 tahun lamanya, Persija para legenda kini berkumpul kembali ke lapangan
reuni bertajuk Jakarta Glory Spirit 2001. Event ini bukan hanya sekadar ajang temu kangen. Mewarisi jejak pendahulu, pesan sang legendaris, Sofyan Hadi jadi batu pijakan.

Minggu, 7 Oktober 2001 bisa jadi salah satu hari yang paling sulit dilupakan untuk warga Jakarta khususnya suporter Persija. Drama lima gol menggemparkan Stadion Utama Gelora Bung Karno saat jumpa PSM Makassar di partai final Liga Indonesia VII.

Macan Kemayoran berpesta. Dua gol Bambang Pamungkas dan sebiji gol Imran Nahumarury begitu monumental, teramat sulit untuk dilupakan. Hampir 18 tahun berselang, memori itu kembali dituangkan dalam sebuah laga reuni bertajuk Jakarta Glory 2001 yang digelar di Stadion Cendrawasih, Jakarta Barat, selama dua hari Selasa dan Rabu 9 dan 10 April 2019.

Dukungan serta suport atas inisiatif serta kerja sama tim IJL 2019, memang sudah tidakkb di ragukan lagi. Ajang temu kangen, tumpahkan sisa-sisa perjuangan berbalut rindu kala masih bahu-membahu mengenakan jersey dengan lambang monas di dada.

Dikemas dalam bentuk trofeo dengan mengundang Selebritis FC dan The Jakmania dari Korwil Cengkareng, barisan pemain Jakarta Glory Spirit 2001 menumpahkan sisa-sisa kekuatannya di masa lampau. Sehari sebelumnya, coaching clinic dengan konsep fun games mereka suguhkan untuk anak-anak SSB.

“Intinya kita tetap akan fokus mengemas acara-acara pembinaan bersama legenda-legenda Persija ke depan,” termasuk pembinaan kompestisi sepakbola usia dini yang terus berputar setiap minggunya ujar Reza Lubis, CEO IJL 2019, dibalik kemeriahan acara Trofeo ini, IJL berikan dukungan penuh untuk Kenia Foundation tambahnya

“Harus ada gebrakan untuk masa depan sepak bola Ibu Kota, khususnya lewat pembinaan usia muda. Jakarta Glory Spirit 2001 jadi momen paling awal,” sambungnya lagi.

Tidak hanya pemain, jajaran pelatih skuat Persija 2001 pun turut ikut ambil bagian. Yang paling mengena tentu kehadiran sang juru taktik, Sofyan Hadi.

Jauh-jauh datang dari Ciomas, Bogor, ada rasa haru melintasi wajah pria berusia 68 tahun itu. Kondisinya yang masih terus berjuang melawan penyakit kelainan hati dan kanker sumsum tulang belakang sejak 2014 tidak menjadi halangan bagi Sofyan Hadi bertemu dengan mantan anak-anak didiknya. “Beberapa hari kemarin sebenarnya kondisi sedang agak sedikit drop. Namun, saya sudah tidak sabar bertemu anak-anak,” ujar Sofyan.

“Saya harap dari tangan anak-anak ini pula Persija tidak pernah kehabisan generasi penerus. Pesan saya, jangan pernah patah semangat karena butuh tekad yang besar untuk membela Persija,” tuturnya lagi

Hasil Laga Trofeo
– Garec’s Selection Vs Selebritis FC 0-0
– Jakmania Vs Jakarta Glory 2001 [email protected]