Beranda Edukasi Lapas Pasuruan Siap Songsong WBK

Lapas Pasuruan Siap Songsong WBK

79
0
Lapas Pasuruan Siap Songsong WBK

SIAGAINDONESIA.COM – Lapas Kelas IIB Pasuruan menjadi UPT terakhir yang menjadi tujuan Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemenkumham Agus Hariyadi dan rombongan. Agus terlihat puas dengan pembangunan ZI menuju WBK/ WBBM di Lapas Pasuruan. Dia tak segan memberikan pujian terhadap layanan kunjungan yang sudah memenuhi ekspektasinya.

Kunjungan ke Lapas Pasuruan dilakukan sebelum matahari tenggelam di ufuk barat. Seperti sebelumnya, Agus masih didampingi Kadiv Administrasi Haris Sukamto, Kasubid Bimbingan dan Pengentasan Anak Sukir dan Kasubag Humas Ishadi MP. Rombongan diterima langsung Kalapas Pasuruan Fikri Jaya Soebing beserta jajaran.

Agus menyoroti area layanan kunjungan. Menurut Agus, Lapas Pasuruan telah berhasil mengimplementasikan keinginan masyarakat. Mulai dari tata letak, sarana prasarana, dan komponen IT.

“Semua sangat mendukung keterbukaan informasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” puji Agus.

Lanjut Agus, Lapas Pasuruan, berhasil menerapkan kemajuan teknologi dalam mendukung sistem pelayanan kunjungan. Mulai dari pengambilan nomor antrian yang tercetak secara digital, identifikasi pengunjung telah terkoneksi dengan SDP dan informasi alur pengajuan CB, PB serta Hak-hak WBP terpampang jelas melalui layar monitor.

“Yang paling penting, semuanya mudah diakses oleh pengunjung,” tambahnya.

Di kesempatan itu, Agus kemudian memberi masukan agar kondisi yang sudah baik, minimal dipertahankan. Dan kedepan lebih ditingkatkan.

Di sisi lain, Haris menyebut Sosialisasi WBK tidak hanya di area kunjungan. WBP sebagai penghuni juga harus mendapatkan pengetahuan terkait WBK. Karena seluruh elemen yang ada di Lapas harus paham dan mampu menerapkan ZI itu sendiri.

“Dibutuhkan konsolidasi, koordinasi dan kerja sama team work yang benar-benar solid untuk menggapai predikat WBK,” terangnya.

Dalam arahannya di hadapan seluruh pegawai Lapas Pasuruan, Agus menegaskan perubahan pola pikir sudah harus segera dilakukan. Tidak ada waktu lagi bagi pegawai yang selama ini berada di zona nyaman. Komponen hasil juga jadi perhatian, dimana Indeks Persepsi Korupsi harus rendah.

Karena akan jadi sia-sia bila komponen pengungkit telah memenuhi syarat, namun komponen hasil berbanding terbalik.

“Ini harus diantisipasi agar tujuan WBK di Lapas Pasuruan dapat terwujud,” pungkasnya.tji