Beranda Headline Akhirnya Gatot Nurmantyo Lebih Pilih Prabowo, Ini Alasannya

Akhirnya Gatot Nurmantyo Lebih Pilih Prabowo, Ini Alasannya

1434
0

SIAGAINDONESIA.COM  Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn)  Gatot Nurmantyo, yang selama ini tidak pernah muncul.kepermukaan terkait pilpres tiba tiba hadir pada acara Kampanye yang dihelat oleh Kubu Paslon 02 Prabowo Sandiaga yang digelar di Surabaya. Jum’at (12/4/2019)

Kemunculan Gatot Nurmantyo, memang cukup mengejutkan sebab tidak ada yang menyangka Gatot akan muncul di acara Prabowo.

“Loh Pak Gatot dukung Pryabowo,” ungkap salah seorang undangan kaget. Kehadiran Mantan Panglima TNI era Jokowi ini mendapat aplous seluruh yang hadir.

Saat didaulat untuk berpidato, Gatot mengaku kecewa dengan kebijakan Jokowi yang terkesan menganak tirikan TNI dengan memberi anggaran yang kecil, berbeda dengan depertemen lain yang jumlah pegawai nya sedikit justru dapat anggaran jauh di atas TNI.

Bahkan dibanding Kepolisian, Gatot Nurmantyo Merasa ada Ketidakadilan Anggaran antara TNI -Polri.

Lebih jauh Gatot menceritakan saat dirinya menjabat panglima TNI, anggaran di Kementerian Pertahanan dalam Perubahan APBN hanya mendapat Rp 6 triliun. Padahal di bawah Kementerian Pertahanan ada TNI AL, AU, dan AU. Jumlah personilnya mencapai 455 ribu lebih, ratusan pesawat tempur, ratusan kapal perang dan ribuan tank dan senjata berat.

Mantan Pangdam V/Brawijaya itu merinci bahwa alokasi Rp 6 triliun di bagi masing-masing mendapat Rp 1 triliun lebih ke Kementerian Pertahanan, AD, AL, AU, dan AD. Sementara Mabes TNI mendapat Rp 300 Miliar.

“Saat menjabat panglima TNI, saya sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi tidak berdaya. Sebagai mantan panglima TNI saya sampaikan agar rakyat tidak terpecah-pecah,” ungkapnya.

Gatot lantas membandingkan dengan institusi lainnya yang anggarannya Rp 4 triliun. Padahal institusi tersebut tidak mempunyai pesawat tempur, senjatanya pendek, senjata panjangnya sedikit dan jumlah personil tidak sampai 3 ribu. Ironisnya lagi, anggaran di tubuh kepolisian mendapat alokasi anggaran Rp 17 triliun.

“Tidak ada yang salah. Semuanya benar-benar saja. Tetapi ini dari segi anggaran mengecilkan TNI,” paparnya.

Gatot mengaku ada satu hal yang perlu mendapat perhatian terkait kondisi nasional. Mengingat kekuatan inti Bangsa Indonesia adalah bersatunya TNI dan Rakyat.

“Kalau TNI kuat rakyatnya kuat, negara manapun tidak bisa. Ini sudah terbukti di kota ini (Surabaya), bahwa TNI masih bayi beberapa bulan, sekutu mendarat akan menyerang. Karena rakyat bersatu, maka senjata modern kalah dengan bambu runcing ditempat ini,” ujar Gatot.

Gatot juga mengaku kecewa dengan kebijakan Jokowi dibidang pertahanan, dengan mencopot orang orang yang justru punya kapabilitas, dan bahkan lebih jauh orang tersebut malah tidak diberi jabatan apapun. “Padahal kemampuannya luar biasa,” tambahnya.

Salah satunya Kepala Badan Intelejen Strategis TNI, Mayjen Ilyas Alamsyah. Namun orang-orang yang bermasalah justru menempati jabatan strategis. Hanya saja, Gatot tak menyebut siapa yang dimaksud orang bermasalah tersebut. “Yang penting moralitas dan semangat juang. Inipun dipapras’i. Begitu saya turun, maka semua yang terbaik dicabut seperti Kepala Intelejen Strategis Mayjen Ilyas. Dialah yang mengerjakan Poso, silahkan berdiskusi dengan siapapun, siapa yang menyelesaikan Poso. Dialah yang menyelesaikan Poso.Tetapi dicopot. Sampai sekarang tanpa jabatan,” tambahnya.

Gatot memastikan setiap prajurit termasuk purnawirawan TNI, dalam hatinya bukan mencari harta. Melainkan berpegang prinsip kapan dan dimana bisa menjadi pahlawan.

“Jangan sampai rakyat terpecah, harus bersatu. Perbedaan biasa. Satu keluarga aja bisa beda-beda. Jangan mempertajam. Suami istri aja sampai cerai,” pungkasnya.Nang