Beranda aneka Prediksi Wakil Rakyat Ngawi Caleg Petahana Persentase Bertahan Naik

Prediksi Wakil Rakyat Ngawi Caleg Petahana Persentase Bertahan Naik

324
0

SIAGAINDONESIA.COM – Pemilu serentak 2019 patut dicermati dengan seksama mengingat dalam waktu bersamaan pemilih dihadapkan 5 surat suara ketika dalam bilik TPS untuk dicoblos.

Namun gaung pemilihan legislatif (pileg) pada pemilu kali ini boleh dibilang kalah pamor dengan pemilihan presiden (pilpres). Untuk di Ngawi, Jawa Timur patut dicatat soal pileg DPRD Kabupaten.

Di daerah ini sesuai DPT yang tercatat ada 705.029 pemilih bakal menentukan siapa saja yang berhak menduduki 45 kursi di DPRD Kabupaten Ngawi. Dari jumlah itu terbagi atas 6 daerah pemilihan (dapil) dengan alokasi kursi menyesuaikan DPT.

Dari serangkaian proses pemungutan suara pada hari ini Rabu, 17 April 2019 di 2.760 TPS terutama pada pileg DPRD kabupaten ada prediksi terhadap pola perubahan pemilih dalam menyikapi siapa yang dicoblos untuk wakil rakyat di daerahnya.

Survei internal awak media terhadap 50 responden selaku pemilih dari beberapa wilayah TPS yang dilakukan secara acaks diketahui pengakuanya. Disebutkan, 43 responden lebih memilih caleg lawas atau petahana dan sisanya menginginkan wajah baru sebagai penyambung lidah mereka.

“Kalau memilih mana dan siapa soal caleg utamanya DPRD kabupaten itu ibarat memilih kucing dalam karung. Antara caleg wajah lama dengan caleg baru terlalu tipis sekatnya. Semuanya sebar janji semuanya meyakinkan ketika kampanye,” ujar Tholib salah satu pemilih asal Kecamatan Jogorogo.

Menurutnya, daripada salah pilih lebih baik mempertahankan atau memilih caleg petahana. Lepas dari persoalan money politik antara ada dan tidak, ia meyakini kalau toh caleg petahana lebih menguasai kapasitasnya sebagai wakil rakyat.

“Saya yakin jika yang jadi baru butuh waktu lagi untuk adaptasi sesuai tupoksinya. Padahal mereka sebagai legislator pengantar aspirasi warga masyarakat sebagai pokok pikiran ketika membuat suatu kebijakan dan aturan dengan eksekutif. Jangan sampai hanya datang duduk diam,” kupasnya.

Pendapat lainya juga dilontarkan Mahfudz seorang pemilih dari SDM menengah ke atas ini. Menurutnya ketika ada caleg lebih-lebih sebagai orang baru dengan mengandalkan finansial sewaktu mencari mangsa (pemilih-red) justru nantinya membahayakan setelah duduk di kursi legislatif.

Pertimbangan lain caleg petahana yang ia pilih secara spesifik sudah jelas karakternya membawa amanat rakyat. Bukan segudang janji yang dikedepankan. Padahal satu sisi peran legislatif tidak lain mengawal program pemerintah bukan pelaksana dari program.

Dengan sederet pertimbangan diatas juga didasari survei, bisa ditebak posisi caleg petahana masih kuat dalam bertarung berebut kursi. Di prediksi yang bakal menduduki kursi di DPRD Kabupaten Ngawi separuhnya atau 50 persen bahkan lebih masih orang-orang lama.

Padahal dari kajian sebelumnya seperti yang disampaikan Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPRD Kabupaten Ngawi caleg petahana yang mampu bertahan tidak kurang 30 persen. Angka itu dipersentase mulai Pemilu 2004, 2009 dan 2014 lalu.

Poinya adalah si petahana cukup berpeluang jadi daripada caleg baru. Sedangkan pedatang baru pada Pemilu 2019 ini dibuat ‘megap-megap’ mengaktualisasikan keinginanya. Alhasil, sekarang ini ada paradigma baru dalam diri pemilih bukan sekedar si caleg mengandalkan kekuatan finansial. (pr)