Beranda Headline Sejumlah Parpol di Surabaya Mengaku Suara Hasil Pemilu Dialihkan ke Parpol Tertentu

Sejumlah Parpol di Surabaya Mengaku Suara Hasil Pemilu Dialihkan ke Parpol Tertentu

140
0
Pimpinan parpol mengaku suaranya berpindah ke parpol lain

SIAGAINDONESIA.COM – Pimpinan sejumlah partai politik peserta pemilu 17 April 2019, berkumpul di Hotel Santika di Jalan Jemursari, Surabaya, Sabtu (20/4/2019), dini hari.

Mereka diantaranya, Sutadi BF yang menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya; Sekretaris DPC Partai Gerindra AH Tony; Reny Astuti Sekretaris DPD PKS Surabaya; Musyafak Rouf, Ketua DPC PKB Surabaya; juga tampak Gandu yang juga Caleg PKB Dapil 1 DPRD Kota Surabaya.

Kepada wartawan, mereka mengatakan menemukan adanya dugaan pengalihan suara dari sejumlah partai politik ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), saat dilakukan penghitungan surat suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Jumat dini hari, 20 April 2019.

Musyafak tunjukkan foto kecurangan penghitungan surat suara

Akibatnya, mereka mengatakan partainya dan juga caleg mengalami kerugian, karena suara hasil Pileg perolehannya beralih ke parpol politik tertentu.

“Ini, terkait temuan adanya pengalihan perolehan suara dari sejumlah parpol ke PDIP. Ini jelas merugikan partai kami, dan juga perolehan suara dari para caleg,” kata Musyafak Rouf.

Terkait itu, para wakil partai politik itu berencana akan melaporkan adanya temuan itu ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya. Serta mendesak untuk segera dilakukan penindakan atas pelanggaran tersebut.

“Kita akan laporkan adanya temuan itu ke Bawaslu, besok Sabtu sambil membawa bukti-bukti. Serta meminta Bawaslu menghentikan penghitungan surat suara dan meminta agar dilakukan hitung ulang,” terang Musyafak.

Sejumlah pimpinan dan perwakilan partai di Surabaya itu menjelaskan, bahwa modus yang dilakukan, penghitungan yang dilakukan tengah malam itu, dipakai sebagai kesempatan melakukan pengalihan suara. Itu disaat para saksi dari partai lainnya tengah tertidur karena kelelahan.

Lanjut Musyafak mewakili utusan sejumlah partai itu, petugas Linmas yang seharusnya menjaga dan mengamankan, ternyata melakukan pembiaran. Itu terjadi di sekitar 24 persen dari jumlah TPS yang ada di Surabaya. Sehingga ada kerugian antara 20 hingga 30 persen perolehan suara berpindah ke PDIP.tji