Beranda News Manajer PT Inti Sumber Hasil Sempurna Benarkan Total Uang Yang Digelapkan Astrid...

Manajer PT Inti Sumber Hasil Sempurna Benarkan Total Uang Yang Digelapkan Astrid Amelia

136
0
Terdakwa Didampingi Kuasa Hukumnya Saat Persidangan, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Astrid Amelia Palma, SE, seorang Kepala Seksi Administrasi di PT. Inti Sumber Hasil Sempurna (ISHS), perusahaan yang bergerak di bidang distributor perdagangan alat kesehatan dan kedokteran menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (22/4/2019). Wanita umur 38 tahun ini terjerat dalam kasus penggelapan.

Pada sidang yang berlangsung di Ruang Kartika PN Surabaya, rencananya warga Jalan Kampung Malang Utara 31 Surabaya ini mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis, dari Kejari Surabaya. Dua saksi itu adalah Robertus dan Santi.

Robertus selaku Manajer dan Santi sebagai HRD di PT. Inti Sumber Hasil Sempurna dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Yulisar, SH., MH., menceritakan awal mula kasus yang menjerat terdakwa tersebut.

Saksi mengaku, bahwa terdakwa telah menggelapkan keuangan perusahaan sebesar Rp 2,5 miliar. Dari hasil audit, ditemukan kejanggalan yakni bukti setoran ke Bank BCA dengan selisih Rp 2,5 miliar yaang dilakukan terdakwa sejak tahun 2012 hingga 2018.

“Ada selisih antara rekening koran yang ada, sehingga kami melakukan audit keseluruhan baik cabang dan pusat ada bukti setoran yang janggal, yang tidak disetorkan ke Bank BCA oleh terdakwa,” kata Robertus saat memberikan kesaksian di persidangan, (22/4).

Dijelaskan Robertus, terdakwa sebagai manajer keuangan (terdakwa, red) yang seharusnya menyetorkan uang ke Bank yang ditunjuk mulai terasa adanya kejanggalan. “Kami lakukan audit pembukuan baik cabang dan pusat, ada selisih senilai Rp 2,5 miliar,” imbuhnya.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, JPU Darwis menanyakan soal bukti pendukung yang ada hanya Rp 1,6 miliar. Sedangkan hasil audit perusahaan mengalami kerugian hingga Rp 2,5 miliar.

“Apakah audit keseluruhan cabang dan pusat yang dikendalikan terdakwa atau hanya cabang saja yang ada masalah,” tanya JPU Darwis kepada saksi.

Saksi mengatakan, kerugian itu hanya dialami oleh pusat. Meski dirinya tidak punya kewenangan di pusat, namun ia juga mencurigai ada kaitannya sehingga menjalar ke pusat.

“Setelah saya bersama Ibu Santi selaku HRD di persuhaan PT Inti Sumber Hasil Sempurna menemui terdakwa, pada saat itu terdakwa membuat pernyataan yang isinya bertanggungjawab atas kerugian perusahaan. Namun kenyataannya sampai saat ini belum ada pembayaran kerugian,” jelasnya.

Sekadar diketahui, sejak 16 Agustus 1999 sebagai Kepala Seksi Administrasi, Astrid bertugas menerima dan mengurusi laporan kasir dan inkasau serta colletor. Astrid juga bertugas memeriksa laporan kerja Kepala Seksi Administrasi Umum, Pendistribusian BT (Bawah tangan) dan membuat Biaya Oprasional (BO) di perusahaan.

Mekanisme pembayaran dari para customer kepada PT. Inti Sumber Hasil Sempurna yaitu pembayaran diterima oleh kolektor kemudian disetorkan kepada kasir yaitu saksi Isa Fitrianti Iskandar, lalu oleh saksi Isa Fitrianti Iskandar disetorkan ke rekening BCA Nomor 8290561389 atas nama PT. Inti Sumber Hasil Sempurna, selanjutnya bukti setoran dimasukkan/direkap dalam laporan keuangan disertai dengan bukti setoran.

Sejak bulan Juni tahun 2012 sampai dengan bulan Maret tahun 2017, saat ada pembayaran dari customer dan uang pembayarannya akan disetorkan oleh saksi Isa Fitrianti Iskandar ke BCA, terdakwa meminta uang tersebut. Terdakwa yang akan menyetorkannya di BCA dengan alasan terdakwa ada keperluan di BCA.

Karena sudah percaya, saksi Isa Fitrianti Iskandar menyerahkan uang pembayaran tersebut kepada terdakwa disertai dengan Slip Bukti setoran. Namun saat menerima Slip Bukti Setoran, saksi Isa Fitrianti Iskandar tidak mengeceknya kembali.

Saat dilakukan pengecekan ternyata Slip Bukti Setoran yang ada validasi dari BCA, terdakwa buat fiktif seolah-olah sudah disetorkan ke BCA. Dalam kasus ini, terdakwa didakwa JPU dan dijerat dengan Pasal 372 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Ady