Beranda Headline Pemilu Melelahkan, Satu Lagi Anggota KPPS Meninggal Dalam Tugas

Pemilu Melelahkan, Satu Lagi Anggota KPPS Meninggal Dalam Tugas

144
0

SIAGAINDONESIA.COM – Seperti banyak yang dikeluhkan para penyelenggra Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 ini benar-benar kurang manusiawi karena terlalu menguras waktu, tenaga dan juga pikiran.

Banyak para penyelenggra pemilu baik dari jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) gugur saat menjalankan tugas karena kecapekan.

Hal itu juga terjadi pada Isran (61 th) petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 4 Desa Sumberejo,Kecamatan Maospati, yang gugur diduga karena kelelahan setelah beberapa hari melaksanakan tugas menjadi pejuang demokrasi.

“Kami sebagai sesama penyelenggara Pemilu juga sangat merasa kehilangan, beliau orangnya terkenal sabar dan ulet,” kata Sutrisno salah satu anggota Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Maospati.

Sutrisno atau biasa dipanggil dengan sebutan Gotris mengatakan, memang pemilu kali ini benar-benar sangat menguras tenaga. Maka dari itu semua penyelenggara Pemilu harus benar-benar bisa menjaga kesehatan masing-masing agar tetap fit saat menjalankan tugas.

“Yang bisa merasakan kondisi kita adalah kita sendiri, jadi tetap utamakan kesehatan dibanding apapun,”tuturnya.

Semasa hidupnya Isran dikenal warga sekitar sebagai warga yang baik sebelum meninggal almarhum beberapa hari masih bertanggung jawab melaksanakan tugasnya mulai hari Rabu di TPS sampai Kamis jam 03.00 WIB dini hari. Hari Jum’at malam beliau masih menyempatkan badminton di gedung balai desa Ngujung.

Sabtu malam ikut rekapitulasi penghitungan suara di kecamatan, sampai ke tengah malam. Minggu pagi ke Tawangmangu dan Plaosan, Senin pagi ke sawah, sekitar jam 14.00 wib beliau ke kantor Taspen, sesampai kantor Taspen beliau merasakan sakit lalu masuk UGD Magetan, beliau sempat dilakukan perawatan namun memasuki pukul 17.30 WIB beliau menghembus nafas terakhirnya.

Isran lahir di Magetan tanggal 21 November 1958, meninggalkan seorang Istri bernama Dra. Darwati, MPd Kepala Sekolah SD Pandeyan, dua orang anak yang bernama Kristanto (25 th) dan Fatimah (21 th) dan seorang cucu.

“Inilah pahlawan demokrasi yang sebenarnya,meskipun capek beliau masih menjalankan tugasnya dengan baik. Semoga tuhan mengampuni segala dosanya dan menerima segala amal baiknya,”pungkasnya.(pr)