Beranda budaya Pameran Foto Borobudur di Mata Suparno

Pameran Foto Borobudur di Mata Suparno

46
0

SIAGAINDONESIA.COM – Suparno, 67 tahun, seorang pensiunan pegawai Balai Konservasi Borobudur, adalah seorang fotografer yang mencintai pekerjaannya. Bila pada masa bekerja perhatian dan obyek fotonya tertuju pada pelestarian Candi Borobudur, setelah pensiun dia mencurahkan perhatiannya kepada lingkungan alam atau landscape di sekitar Candi Borobudur.
Pada Hari Warisan Dunia tahun 2019 ini, Balai Konservasi Borobudur bekerjasama dengan Unesco yang didukung beberapa pihak, menggelar Pameran Foto karya Suparno bertajuk ‘Borobudur di mata Suparno’. Tidak kurang dari 50 foto dipajang dalam pameran ini yang merupakan retrospeksi (melihat kembali) dan dokumentasi. Bagi Balai Konservasi Borobudur pameran ini menarik dan membanggakan karena Suparno adalah mantan staf instansi ini. Pada masa kerjanya dia banyak melakukan pendokumentasian proses pemugaran dan pelestarian Candi Borobudur melalui foto-fotonya, yang merupakan bagian dari tugas pekerjaannya.
“Sebagian besar foto-fotonya dan juga foto-foto karya rekan kerjanya masih tersimpan dengan baik dan menjadi arsip Balai Konservasi Borobudur yang sangat berharga. Semoga penyelenggaraan pameran foto ini dapat mendorong kesadaran akan pentingnya melestarikan Warisan Budaya Dunia Borobudur dengan segala lansekapnya termasuk potensi masyarakat yang ada di sekitarnya,” jelas Kepala Balai Konservasi Borobudur, Drs. Tri Hartono, M.Hum dalam sambutan tertulisnya.
Menurut Direktur Unesco Jakarta, Prof Shahbaz Khan, tantangan sekarang ini adalah bagaimana melestarikan lansekap perdesaan bersejarah ini di tengah semakin meningkatnya urbanisasi dan aspirasi masyarakat sekitarnya akan kualitas hidup yang lebih baik. Untuk itu perlu digelar lokakarya komunitas yang mengundang penduduk di sekitar Borobudur untuk berinteraksi dengan para pengelola situs dan membicarakan masa depan berkelanjutan seperti yang diinginkan terkait dengan keberadaan situs ini.
“Kami percaya, keindahan situs dan ikhtiar pelestariannya yang digambarkan melalui karya foto Suparno ini akan memberikan kami dorongan baru untuk pelestarian situs Warisan Dunia yang megah ini,” harapnya.
Dalam pameran ini foto-foto yang dipajang kebanyakan foto hitam-putih dokumentasi ketika Candi Borobudur dirawat dan dipugar pada tahun 1973 sampai dengan 1983, dan peristiwa-peristiwa penting terkait dengan eksistensi Candi Borobudur. Foto-foto periode ini merupakan rekaman pengalaman Suparno sebagai pekerja konservasi Candi Borobudur.
Foto-foto lainnya yang dipamerkan, merupakan hasil karya Suparno setelah pensiun. Foto-foto yang kebanyakan berwarna berupa rekaman keindahan landscape (lingkungan alam) dan suasana pedesaan di sekitar Candi Borobudur, aktivitas masyarakat, serta kunjungan tamu-tamu ke Borobudur. Melalui pameran foto ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan kepada warisan budaya, khususnya Candi Borobudur.
Pameran foto ini digelar di Galeri Komunitas Nujiwa desa Karanganyar Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, dari tanggal 22 sampai dengan 25 April 2019. Dibuka oleh Camat Borobudur, Nanda Cahyadi Pribadi, AP, M.Si. – (Ask)