Beranda aneka Danik, Perlindungan Anak Bukan Pilihan Tetapi Kewajiban

Danik, Perlindungan Anak Bukan Pilihan Tetapi Kewajiban

58
0

SIAGAINDONESIA.COM – Hari Kartini, yang selalu diperingati oleh segenap bangsa sebagai simbol kebangkitan perempuan di tanah air setiap tanggal 21 April tentunya bisa dijadikan momentum bagi para srikandi Indonesia untuk bersatu melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Indah Kusuma Wardhani Kepala Bappelitbang Kabupaten Ngawi sekaligus Plt DP3AKB menyatakan bahwa salah satu perlakuan diskriminasi terhadap perempuan adalah kekerasan berbasis gender yang dialami oleh perempuan baik yang terjadi di wilayah domestik, maupun publik.

Kekerasan terhadap perempuan dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, perdagangan orang, eksploitasi seksual komersial, kekerasan di tempat kerja, kekerasan dalam situasi bencana, dan kekerasan dalam konflik sosial.

Berbicara tentang kasus kekerasan seksual, merupakan salah satu kasus kekerasan yang banyak dialami oleh perempuan dan anak-anak. Bahkan dalam perkembangannya kasus kekerasan seksual bukan hanya banyak dialami oleh perempuan dan anak perempuan, namun Juga anak laki-laki.

“Perlindungan anak bukan pilihan tetapi kewajiban kita semua. Apalgi wanita adalah ibu di keluarga yang harus bertanggung jawab untuk memastikan ada jaminan bagi perkembangan dan perlindungan anak,” terang Danik demikian sapaan akrabnya, Selasa, (23/04/2019).

Bebernya, peran orang tua harus mampu mengantarkan anak menapaki kehidupan yang lebih sehat, mapan dan mandiri untuk masa depan. Dan jangan lupa bahwa anak Indonesia merupakan anak bangsa dan harus dilindungi bersama.

Danik juga berharap, korban kekerasan anak maupun korban bully agar bisa dibantu semaksimal mungkin dalam proses pemulihan traumanya. Jelasnya lagi, dalam hal kekerasan yang dialami anak pihak keluarga, lingkungan dan sekolah harus mampu menjamin anak dapat terlindungi dalam proses tumbuh kembang mereka.

Selain itu ia juga berharap agar orang tua, lembaga pendidikan dan masyarakat lebih waspada dan lebih berhati-hati terhadap lingkungan anak-anak. Tambahnya, semua stakeholder terkait harus bersinergi mengeliminasi tindak kekerasan. Dengan adanya sinergitas antara seluruh masyarakat dengan pemangku kepentingan.

“Selain itu, khusus kepada para orang tua, harus lebih waspada lagi dan mengenal sifat-sifat dan karakter anak sehari-hari sehingga kalau ada kasus-kasus dapat diketahui sejak dini,” katanya.

Danik berharap dengan peringatan Hari Kartini tanggal 21 April tahun 2019 ini bisa menjadi momentum baru, untuk mempersatukan seluruh lapisan masyarakat khususnya kaum perempuan dan mereka yang memiliki anak untuk bersama berperang melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak. (pr)