Beranda Headline Pemprov Jatim dan BNPT Siap Integrasikan dan Identifikasi Kerawanan Sosial

Pemprov Jatim dan BNPT Siap Integrasikan dan Identifikasi Kerawanan Sosial

5
0
Wagub Jatim Emil Elestianto Mendapat Cindermata dari Pimpinan BNPT

SIAGAINDONESIA.COM Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) siap mengintegrasikan dan mengidentifikasi kerawanan sosial yang ditengarai dapat memicu masuknya faham-faham radikalisme hingga terorisme.

Itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Silaturahmi Tim Pelaksana Sinergitas Kementerian atau Lembaga dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka Koordinasi dan Pelibatan secara Terpadu Pelaksanaan Penanggulangan Terorisme di wilayah Jatim tahun 2019 di Kantor Gubernur Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Selasa (23/4/2019).

Dikatakan, pendekatan yang digunakan dalam mengintegrasikan kerawanan sosial tidak saja fokus di hilir,  melainkan harus mampu dijangkau pada sisi hulunya juga.

Menurutnya, penanganan terorisme harus mampu menjangkau pada semua sisi baik hulu maupun hilir. Termasuk aspek kemiskinan, ideologi maupun penciptaan lapangan pekerjaan yang ada. Karena apa yang ditangani di hulu bukan semata-mata hanya soal terorisme. Tetapi bagaimana cara membangun masyarakat dengan cara memanusiakannya.

Emil menegaskan, Pemprov Jatim akan mengoptimalkan energi-energi yang ada di kalangan anak muda, bahkan di kalangan terpelajar untuk diberikan ruang secara produktif. Alasannya, jika kalangan muda tidak dibekali oleh ruang yang produktif, mereka bisa terprovokasi oleh percikan-percikan faham radikal yang saat ini dapat diperoleh dengan mudah di dunia maya.

Pemprov Jatim juga akan mengoptimalkan energi yang berlebih pada generasi milenial lewat kewirausahaan melalui akses kerjasama dengan start up yang ada di seluruh Indonesia khususnya di Jatim.

“Artinya, pekerjaan tidak lagi dicari di kantor tetapi pekerjaan ini dicari dalam konsep freelance dengan pendapatan yang lebih besar,” urainya.

Lebih lanjut dirinya memandang, jangan sampai kalangan muda tersebut merasa sendiri dalam mengatasi segala kesulitan yang ada.

“Inilah yang disebut menangani di hulu dengan menggunakan segala perangkat yang ada, dari bahaya terorisme yang terjadi. Kalangan muda seperti ini yang kita identifikasi dan diberi ruang dengan karya-karya yang nyata,” tegasnya.

Sementara, data yang ada menyebut, bahwa lulusan SMA menjadi penyumbang terbesar pengangguran saat ini. Tercatat tingkat pengangguran terbuka terdapat pada rentan golongan usia 15-24 tahun.

“Melihat data tersebut, bisa diartikan bahwa banyak lulusan SMA yang tidak bekerja. Hal ini menyebabkan kemungkinan terjadinya rasa frustasi di kalangan terpelajar. Jika tidak diantisipasi lewat pemberian ruang kerja yang nyata dapat menimbulkan kerawanan sosial baru,” ungkapnya.  

Di kesempatan itu, Wagub Jatim menyambut baik karena terdapat enam daerah yang akan menjadi fokus BNPT bersama kementerian dan lembaga untuk turun melakukan pendekatan secara komprehensif agar persoalan terorisme, radikalisme bisa dicegah.  

Sementara, Kepala BNPT Komjen Pol Drs Suhardi Alius mengapresiasi langkah  Pemprov Jatim dalam mengidentifikasi permasalahan teroris yang salah satunya disebabkan oleh faktor kemiskinan, ideologi dan akses pekerjaan bagi generasi muda.

Ia sependapat, bahwa generasi muda yang tidak didampingi oleh pemerintah dalam hal ideologi sangat rentan disusupi oleh segala bentuk paham radikalisme yang berujung pada terorisme.

Kegiatan itu, lanjut Suhardi Alius merupakan bentuk tindak lanjut gelar operasi yang sebelumnya dilaksanakan di NTB dan Sulawesi Tengah. Pihaknya bersama kementerian atau lembaga akan melakukan pendekatan mulai dari hulu hingga hilir.

“Kami akan libatkan kementerian atau lembaga dibawah koordinasi BNPT untuk menggarap sisi hulu dan hilir dari semua permasalahan terorisme yang terjadi. Khusus di Jatim kami akan menyasar lima daerah antara lain Sidoarjo, Probolinggo, Surabaya, Malang dan Lamongan,” terangnya.tji