Beranda Edukasi Mahasiswa Uwika Raih Kesempatan Menuju Chinese Bridge International

Mahasiswa Uwika Raih Kesempatan Menuju Chinese Bridge International

80
0

SIAGAINDONESIA.COM Jesslyn Calysta, mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Widya Kartika berhasil mewakili Indonesia dalam Kompetisi Internasional The 18th Chinese Bridge (Chinese Proficiency Competition for College Student) di Tiongkok pada Juli mendatang, Selasa (23/4/2019).

Jesslyn berhasil menyabet juara wahid dalam Chinese Bridge nasional dan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang bakal bersaing dengan perwakilan negara-negara lain di tingkat internasional.

Chinese Bridge sendiri merupakan kompetisi dasar pengetahuan budaya dan Bahasa Mandarin yang digelar oleh Confucius Institute. Ajang ini bertujuan untuk membangkitkan rasa ingin belajar para siswa di seluruh dunia yang tertarik kepada budaya serta bahasa Mandarin.

“Selama sebelas tahun lamanya, Kota Medan selalu menjadi wakil Indonesia dalam International Chinese Bridge Competition. Tahun ini Uwika Surabaya akan mewakili Indonesia di kompetisi tersebut,” terang Budi Hermawan, Plt Rektor Uwika Surabaya.

Sekali lagi, lanjut Budi, Uwika menapakkan sejarah usai menorehkan beberapa prestasi di kancah regional maupun nasional. Uwika bekerjasama dengan pihak Confucius Institute mempersiapkan SDM tenaga pengajar dosen native yang dikirim dari Tiongkok.

“Tahun ini kita mendapatkan juara 1 tingkat nasional dalam Chinese Bridge,” imbuhnya.

Xiao Ren Fei, Direktur Confucius Institut Universitas Negeri Surabaya menuturkan, Universitas Widya Kartika telah memberikan pendidikan baik akademis maupun soft skill sebagai bekal melaju dalam kompetisi tingkat dunia tersebut.

“Terbukti melalui beberapa pencapaian keberhasilan, salah satunya Jesslyn yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Chinese Bridge,” kata Xiao dalam bahasa Mandarin.

Dia juga mengapresiasi perjuangan Jesslyn dalam meraih predikat pertama Chinese Bridge nasional.

Karena untuk mendapatkan juara bukan perkara mudah. Siswa harus memiliki kemampuan bahasa Mandarin yang sangat bagus, profesional, serta harus mengerti budaya sejarah maupun perkembangan Tiongkok saat ini.

Chinese Bridge, terang Xiao, memiliki makna bahwa bahasa dan budaya Mandarin merupakan sebuah jembatan atau sarana komunikasi yang menghubungkan dua negara.

“Bisa berprestasi dalam kompetisi ini adalah murid atau mahasiswa pilihan. Tentu saja prestasi yang diukir mahasiswa ini tidak hanya prestasi bagi kita semua mewakili Indonesia dan Jawa Timur,” sambungnya.

Sementara itu, Jesslyn mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya. Meskipun belum ada persiapan khusus, ia pastikan siap melaju di Chinese Bridge International Tiongkok.

“Belum ada persiapan karena baru saja selesai kompetisi nasional di Jakarta, mungkin nanti persiapan akan lebih berat lagi,” ujar putri dari pasangan Ardianto dan
Lilywati Tirtajaya ini.Pak_Dik