Beranda aneka DPRD Gresik Minta Program Mudik Lebaran Gratis Sistem Pendaftarannya Dipermuda

DPRD Gresik Minta Program Mudik Lebaran Gratis Sistem Pendaftarannya Dipermuda

169
0

SIAGAINDONESIA.COM DPRD Kabupaten Gresik berharap program populis, yang rutin diadakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa mudik gratis dengan mengunakan kapal laut. Dari pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean, sistem pendaftarannya dipermuda.

Sebab, selama ini sistem pendaftarannya para calon pemudik harus mendaftar sendiri ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik dengan membawa kartu identitas jika ingin menimati mudik gratis.

Sementara, banyak warga Pulau Bawean khususnya para pelajar atau mahasiswa  yang mengaku kesulitan waktu untuk mendaftarkan diri dalam program itu. Persoalan teknis inilah, yang diharapkan ada perubahan kebijakan.

“Antusiasme masyarakat Pulau Bawean, terhadap kegiatan mudik gratis ini sangat tinggi. Apalagi, saat jelang lebaran atau hari raya Idul Fitri moda transportasinya sangat terbatas.

Sehingga, sering terjadi warga yang tidak bisa pulang ke kampung halaman. Karena, faktor tidak memiliki biaya yang cukup untuk bayar transportasi,” kata, salah satu anggota DPRD Gresik Subeki kepada Siagaindonesia.com, Selasa (23/4/2019).

“Model pendaftaran mudik gratis yang diberlakukan, dirasa cukup menyulitkan bagi warga kepulauan Bawean yang saat ini masih berada di berbagai kota yang relatif jauh dari Gresik,” ujarnya.

“Terus terang saja, saya perna dicurhati mahasiswa dan pelajar dari Bawean yang saat ini. Sedang, studi di Jogja, Malang hingga Jakarta. Dan mereka mengatakan tidak mungkin datang ke Gresik hanya untuk mendaftarkan diri dalam program mudik gratis,” tutur legislator asal Pulau Bawean ini.

Di tambahkan Subki, berdasarkan aspirasi yang masuk kepadanya hal-hal teknis pelaksanaan mudik gratis Gresik-Bawean. Harus bisa diubah dengan lebih baik, fleksibel dan cenderung menyulitkan bagi masyarakat Bawean yang ingin menikmati fasilitas mudik gratis itu.

“Sekarang ini kan eranya teknologi digital, kan bisa memanfaatkannya untuk mempermuda proses pendaftaran bagi mereka yang ingin mendaftar. Dengan begitu, kami rasa akan lebih praktis dan efisien. Sehingga, kegiatan tersebut benar-benar dapat dinikmati masyarakat,” tukasnya.

“Saya berharap pihak Dishub Gresik, bisa meneruskannya ke pihak Dishub Provensi. Agar pendaftaran mudik gratis lebaran tahun 2019 ini, bisa dilakukan via email atau online,” tandasnya.

Senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Gresik Syafi AM bahwa kemudahan akses bagi warga Bawean untuk mendaftar dalam program mudik gratis memang harus dimulai.

“Pemanfaatan teknologi untuk program mudik gratis, sudah seharusnya dilakukan pihak penyelenggara. Selain efektif dan efisien, juga dapat menghindari praktek pencaloan dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab,” tegasnya.

“Kalau alasan pendaftaran secara manual itu, untuk menghidari praktik percaloan. Justru dengan memanfaatkan teknologi, persoalan itu akan bisa teratasi,” pungkasnya.

Sementara, Abdul salah satu warga Bawean yang tinggal di Kota Gresik.  mengaku persyaratan pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti mudik gratis terlalu bertele-tele.

“Masak perdaftaran mudik gratis, dapat diwakilkan keseseorang dengan menyodorkan bukti kekerabatan dalam satu kartu keluarga (KK) atau meminta surat keterangan dari kepala desa (Kades) nya masing-masing. Apa ini tidak rentan dengan praktek percaloan nantinya,” ungkapnya.

“Bahkan, sudah banyak warga Bawean yang meminta dikirimi KK dan ada juga yang meminta surat keterangan dari Kades. Ini kan menyita banyak waktu, masak tidak ada cara yang lebih simpel,” keluhnya.

Untuk diketahui, tahun 2019 ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan program mudik gratis. Mengunakan kapal laut, dari Gresik ke Bawean yang di mulai pada 7 Juni 2018 mendatang. Zer