Beranda aneka Dua Puluh Perupa Jatim Pamer Karya di Warna Perempuan Kartinian

Dua Puluh Perupa Jatim Pamer Karya di Warna Perempuan Kartinian

57
0

SIAGAINDONESIA.COM Memperingati Hari Kartini, dua puluh seniman lukis wanita di Jatim mendapat kesempatan unjuk karya di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, mulai 23-27 April 2019 mendatang.

Pameran bertema ‘Warna Perempuan Kartinian’ ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur melalui UPT Taman Budaya Jatim, di Galeri Prabangkara.

Beberapa perupa yang memajang karya antara lain Aimee Tri Wahyuni (Surabaya), Susy Zackia (Lumajang), Nana Murtiana (Bojonegoro), Ucik Retnoasih (Kediri), Maria Novita (Sidoarjo), Nabila Dewi Gayatri (Surabaya), Aprilisfiya Handayani (Malang) serta sederet perempuan perupa Jatim lainnya. Setiap pelukis menampilkan dua karya terbaik mereka untuk dinikmati pengunjung maupun kolektor.

Nabila Dewi Gayatri misalnya, menampilkan tokoh muslim Indonesia dan Nahdltul Ulama, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam karya bertajuk Bapak Pluralisme.

Lukisan karya Nabila banyak mendapat apresiasi dari pengunjung, karena pamor Gus Dur begitu kuat terpancar. Nabila memang khusus melukis Gus Dur dengan spiritualitas tinggi

“Tentunya ada spirit yang berbeda saat melukis seorang wali. Saya menemukan sesuatu yang berbeda setiap kali melukis Gus Dur, penambahan rasa cinta saya kepada ulama, kepada Allah karena dalam setiap goresan saya ada wajahNya,” tutur Nabila.

Lukisan Gus Dur menggunakan cat air serta media kanvas ini berlatar candi megah dan batik, menunjukkan sisi pluralisme Gus Dur yang mencintai keragaman dan berjuang untuk minoritas.

“Ada lukisan saya Gus Dur namun berwajah identik dengan Semar, seorang yang bijaksana siapapun yang datang padanya baik kawan atau musuh semua dirangkul diberi pencerahan tidak ada yang dimusuhi. Siapapun yang datang padanya wajib ditolong, itu sampai hari ini yang membuat semangat saya melukis beliau dan semoga saya sedikit bisa menirunya,” sambung Nabila yang pernah menghibahkan 52 lukisan Potret Kyai Nusantara kepada PBNU ini.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur Drs. Edi Iriyanto, M.M menggantikan Kadisbudpar Provinsi Jawa Timur, Sinarto, S.Kar., M.M, Selasa, (23/4/2019) malam menuturkan, jika seni rupa di Indonesia saat ini telah mengalami banyak kemajuan di bidang berbagai sektor, terutama tumbuhnya seniman muda yang produktif.

“Sebagai generasi muda memberikan penyegaran dan masa depan kehidupan asli Indonesia,” demikian Edi menguraikan.

Perkembangan seni rupa di Jawa Timur sendiri cukup menggembirakan. Terbukti berbagai pameran semakin banyak digelar di galeri-galeri baik yang bersifat apresiatif maupun komersial. Dengan kemasan pameran yang sedemikian rupa hingga menarik perhatian khalayak seni dan masyarakat pada umumnya.

“SMK maupun kampus yang memiliki Prodi Seni Rupa juga tidak pernah kekurangan siswa maupun mahasiswa,” terang Sinarto.

Munculnya perupa-perupa muda akademis yang telah eksis di berbagai tempat, dapat dibaca sebagai penanda kekuatan seni rupa di Jawa Timur. Peranan pemerintah dan berbagai pihak seperti kolektor-kolektor dan pecinta seni mendukung kekuatan tumbuhnya seni rupa di Jawa Timur yang harus dijaga, agar mereka terus berkiprah dan tetap eksis.

Taman Budaya sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, menurut Edi, merupakan unit yang diharapkan mampu menjadi fasilitator aktivitas berkesenian baik untuk berolah seni pameran maupun pertunjukan.

“Dengan begitu secara khusus, saya berharap kegiatan pameran seni rupa tahun 2019 ini dapat memberikan sumbangsih untuk meningkatkan memperluas dan merangsang tumbuhnya proses belajar sekaligus meningkatkan dan memperkuat eksistensi para perupa Jawa Timur, dalam menghadapi persaingan maupun meneguhkan jati dirinya,” ungkapnya.

Selain itu juga diharapkan, dapat memberikan peluang yang luas bagi para perupa agar dapat berinteraksi dengan masyarakat khususnya pecinta seni lewat karya-karya yang diwujudkan.

“Mereka ikut menggerakkan karya-karya seni rupa untuk sampai ke tangan-tangan para pecintanya dan juga pasar serta menjadi koleksi di galeri galeri ternama,” pungkasnya.Pak_Dik