Beranda aneka Rejo Ngawi Kedepan Minta Dewan Unjuk Taring Bukan Datang Tidur

Rejo Ngawi Kedepan Minta Dewan Unjuk Taring Bukan Datang Tidur

191
0

SIAGAINDONESIA.COM – Keberadaan Relawan Jokowi (Rejo) Kabupaten Ngawi lebih menekankan untuk mengawal program berbasis kerakyatan yang digaungkan pemerintah saat ini.

Mengingat dibawah Presiden Jokowi selama empat tahun lebih telah mampu menciptakan beragam prestasi. Menurut Faisol Koordinator Rejo Kabupaten Ngawi, kepemimpinan Jokowi mampu mengedepankan persatuan dan penuh semangat kerakyatan.

“Capaian infrastruktur dibawah Jokowi secara teknokratis telah sukses. Dan mampu memobilisasi serta ketersediaan daya pengungkit kemajuan dan itu nyata dirasakan bersama,” terang Faisol yang juga Ketua Konggres Advokat Indonesia (KAI) Ngawi, Jum’at, (26/04/2019).

Untuk itu ucapnya, harus dibarengi kontrol yang komperhenship dan terarah. Agar realisasi program yang digagas Jokowi benar-benar sampai dibawah dan jangan sampai menimbulkan konflik sosial.

Dengan alasan inilah Faisol meminta kehadiran legislatif (dewan-red) bisa menjadi penopang dan mengawal kebijakan pemerintah dari hulu ke hilir. Apalagi sekarang ini melalui pemerintah khususnya BPN tengah gencar merealisasikan sertifikat yang pro rakyat berbasis PTSL.

“Beban kerja yang harus ditanggung bagi dewan baru nanti hasil pemilu lalu harus maksimal jangan sampai melempem. Harus berani all out sebagai lembaga kontrol pemerintah,” tegasnya.

Jangan sampai PTSL dijadikan lahan empuk bagi perangkat pelaksana yang ada dibawah. Terutama perangkat desa dengan memanfaatkan PTSL untuk mencari keuntungan. Meskipun dengan alasan tertentu.

Senada juga dijelaskan Gembong Pranowo Sekretaris KAI Ngawi. Ia meminta dewan harus unjuk taring sesuai kapasitasnya sebagai lembaga legislatif. Gembong mengingatkan dewan baru harus berorientasi terhadap pengawasan program pemerintah.

“Jangan sampai berpikir terbalik hanya memikirkan profit itu malah salah kaprah. Justru lebih terbuka membuka kran aspirasi dari bawah sebagai acuan pokok pikiran sebagai dewan,” pungkas Gembong. (pr)