Beranda aneka Cegah Petugas Pemilu Kelelahan Tim Medis Disebar Ke PPK

Cegah Petugas Pemilu Kelelahan Tim Medis Disebar Ke PPK

10
0

SIAGAINDONESIA.COM Untuk mencegah, agar tidak semakin banyak petugas pemilu 2019 yang jatuh sakit akibat kelelahan. Tim medis diterjunkan kesejumlah Kantor Kecamatan yang berada di Kabupaten Gresik.

Sebab, selama pelaksanaan Pemilu 2019, diwilayah Kabupaten Gresik telah mengakibatkan 9 orang yang bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) sakit dan 1 meninggal dunia. Akibat kelelahan, saat melaksanakan proses pemunggutan suara.

Bahkan, hingga kini Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) masih terus melakukan rekapitulasi surat suara pemilu yang dikirim dari TPS dimasing-masing wilayah Kecamatan.

Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kebomas Ali Sugiarto, menyambut baik adanya tim medis yang diterjunkan untuk memantau kondisi kesehatan para petugas pemilu.

“Saya sangat mengapresiasi langkah ini, sebab dengan adanya tim medis dilokasi tempat penghitungan surat suara. Maka, jika terjadi gangguan kesehatan pada petugas pemilu bisa segera diberi pertolongan,” katanya kepada Siagaindonesia.com, Jumat (26/4/2019).

“Banyaknya petugas pemilu yang jatuh sakit, memang kebanyakan karena kelelahan. Karena, pemilu 2019 diselenggarakan secara serentak baik untuk Pilpres maupun Pilegnya. Sehingga, butuh waktu dan tenaga yang ekstra bagi petugas pemilu untuk menyelesaikan tugas-tugasnya,” ujarnya.

Sementara itu, Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Kabupaten Gresik Makmun mengatakan pihak memang sengaja menempatkan tim medis untuk mengantisipasi jika ada petugas pemilu yang mengalami gangguan kesehatan.

“Dengan disiapkannya tenaga medis ini, kami harapkan jika ada petugas pemilu yang sedang melakukan rekapitulasi data suara. Tiba-tiba jatuh sakit, mungkin karena kelelahan atau hal lainnya bisa langsung ditangani,” tandasnya.

Untuk diketahui, Supiin (60), seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang bertugas di TPS 12 Desa Metatu, Kecamatan Benjeng meninggal dunia. Setelah, sebelumnya jatuh sakit akibat kelelahan.

Kemudian Sundari Safitri (26), anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 9 Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, mengalami keguguran kandungan juga akibat kelelahan.

Sedangkan delapan petugas pemilu lainnya yang jatuh sakit akibat kelelahan. Yakni, Misbahul Munir (35), anggota KPPS TPS 10 Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng tensi darahnya naik 180 hingga harus masuk UGD Puskesmas setempat.

Selain itu, Suwono (40) Ketua KPPS TPS 5 Desa Kedungsekar, Kecamatan Benjeng, mengalami sesak nafas. Sehingga, pada waktu menjalankan tugasnya harus didampingi dokter desa. Selanjutnya, Rudik Purwanto (53), linmas TPS 15 Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo.

Supartono (48), linmas TPS 04 Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas mengalami kecelakaan; Mufarikhin (26), KPPS TPS 04 Ketapanglor, Ujungpangkah; Suhariyanto (50), linmas TPS 05 Desa Sambogunung, Kecamatan Dukun; Supari (42), Ketua KPPS Desa Mojopetung, Dukun; serta Sunardi (43), anggota KPPS Suci, Manyar yang terpaksa opname selama 3 hari. Zer