Beranda News Lebih Dari Separuh Penghuni Rutan Surabaya Overstaying

Lebih Dari Separuh Penghuni Rutan Surabaya Overstaying

38
0
Lebih Dari Separuh Penghuni Rutan Surabaya Overstaying

SIAGAINDONESIA.COM – Over kapasitas menjadi masalah klasik di Lapas atau Rutan. Tak terkecuali di Rutan Surabaya yang over kapasitasnya mencapai 500%. Masalah utamanya ‘Overstaying’.

Itu diungkapkan Kadiv Pemasyarakatan Pargiyono hari ini (27/4). Ditemani Karutan Surabaya Teguh Pamuji, Pargiyono mengungkapkan kepada awak media bahwa saat ini overstaying menjadi faktor utama terjadinya over kapasitas di Lapas / Rutan.

“Sekitar 60% dari 2860 penghuni di Rutan Surabaya (Medaeng) ini statusnya overstaying,” ungkap Teguh Pamuji.

Terkait overstaying ini, dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah terlambatnya berkas perkara seorang tahanan yang telah divonis hakim pada pengadilan tingkat pertama. Jika sudah begitu, pihak Rutan tidak bisa melakukan pemindahan tahanan ke Lapas.

“Kami tidak bisa berbuat banyak. Karena, kewenangan ada di aparat penegak hukum lain yang melakukan penahanan maupun pemberi putusan,” ucap Pargiyono saat memimpin upacara peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan, di Rutan Surabaya.

Belum lagi jumlah tahanan masuk yang lebih banyak daripada yang keluar. Setiap minggu, pihak Rutan Medaeng memindahkan sekitar 70 WBP. Namun, jumlah tahanan masuk dalam periode yang sama bisa mencapai 100 orang.

“Kami juga sudah mengajak seluruh stakeholder duduk bersama melalui forum dilkumjakpol,” terang Pargiyono.

Di sisi lain, Karutan Surabaya Teguh Pamuji mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya telah menerapkan sistem “jemput bola.” Petugas rutan aktif datang ke kejaksaan maupun pengadilan untuk meminta kelengkapan berkas.

“Jika kami tidak jemput bola, pasti akan semakin menumpuk,” tegasnya.tji