Beranda Release HUT ke-46 HKTI, Moeldoko: Sejahterakan Petani

HUT ke-46 HKTI, Moeldoko: Sejahterakan Petani

59
0
Syukuran HUT ke-46 HKTI Ketua Umun HKTI Jenderal Purn Dr Moeldoko memotong tumpeng diserahkan kepada Ketua BPO HKTI Dr Oesman Sapta, disaksikan Sekjen HKTI Mayjen Purn Bambang Budi Waluyo. Sabtu 27/4/2019.
Syukuran HUT ke-46 HKTI Ketua Umun HKTI Jenderal Purn Dr Moeldoko memotong tumpeng diserahkan kepada Ketua BPO HKTI Dr Oesman Sapta, disaksikan Sekjen HKTI Mayjen Purn Bambang Budi Waluyo. Sabtu 27/4/2019.

SIAGAINDONESIA.COM Dewan Pembina Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Oesman Sapta Odang (OSO) meminta masyarakat Indonesia, khususnya kaum milenial untuk tidak merasa minder menjadi petani. Pasalnya, petani adalah sokoguru bangsa yang menjaga ketahanan pangan nasional.

OSO meminta HKTI juga harus mendorong berbagai kebijakan yang meningkatkan kesejahteraan petani. Saat ini sudah semakin banyak anggota masyarakat termasuk generasi muda yang tertarik untuk terjun ke sektor pertanian agrabisnis.

“kalo proses ini berjalan dengan Baik dan para anggota bisa berpartisipasi dengan baik, petani Indonesia akan kaya. Contoh di Brazil, petaninya kaya raya,” kata Oesman Sapta saat menghadiri HUT HKTI ke 46 di Ballrom Whiz Hotel Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu 27/4/2019.

Sementara itu, Ketua Umun HKTI Jenderal Purn Dr Moeldoko dalam sambutannya mengatakan. Memakmurkan Petani sebagai bridging institution, tujuan utamanya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan pertanian Indonesia.

Ada lima persoalan pertanian yang harus HKTI carikan solusinya. Pertama, pemilikan lahan petani yang rata-rata hanya 0,2 hektare dan kondisi tanah yang sudah rusak. Kedua, aspek permodalan. Ketiga, lemahnya manajemen petani. Keempat, penguasaan teknologi dan inovasi teknologi. Terakhir adalah pascapanen. HKTI harus mampu memberikan solusinya.

kapasitas, harkat, martabat, dan kesejahteraan insan tani, penduduk pedesaan, serta pelaku agrobisnis lainnya menghimpun insan tani dalam organisasi berdasarkan kesamaan komoditas usaha tani, mempercepat pembangunan peetanian dan menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional dan ketahanan pangan.

“Kebijakan HKTI adalah membangun kedaulatan pangan, memakmurkan petani, dan menjadikan petani kaya,” ujarnya.

Ia pun memberikan arahan mengajak insan HKTI untuk meujudkan cita-cita para pendiri memakmurkan petani dan mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

Moeldoko melanjutkan tantangan dan peluang besar pertanian di era perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Para petani dan dunia pertanian harus mampu menghadapi perkembangan zaman seperti era revolusi industri 4.0. Ada lima teknologi utama yang menopang implementasi industri 4.0, yaitu internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), human-machine interface, teknologi robotic dan sensor, serta teknologi 3D printing.

“Semua itu akan mendorong kegiatan pertanian berlangsung sangat efisien dan efektif sehingga mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan dan berdaya saing, pemerintah telah membangun berbagai hal untuk perbaikan petani dan perbaikan harapan kedepanya indonesia jauh lebih Baik,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Umun HKTI Jenderal Purn Dr Moeldoko memotong tumpeng diserahkan kepada Ketua BPO HKTI Dr Oesman Sapta, disaksikan Sekjen HKTI Mayjen Purn Bambang Budi Waluyo.

Acara tasyakuran perayaan HUT juga sebagai bentuk silaturahmi antar para anggota dan pengurus daerah sekaligus untuk menyukuri berhasilnya HKTI sebagai organisasi yang eksis hingga saat ini. Barly