Beranda budaya Puluhan Warga, Berlatih Bangunan Ecobrick di Pantai Bentar

Puluhan Warga, Berlatih Bangunan Ecobrick di Pantai Bentar

35
0

SIAGAINDONESIA – Sebanyak 33 trainer ecobrick di tanah air, berlatih seputar bangunan tanah dan ecobrick di Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo, Jatim. Selama lima hari, mereka dilatih Russell Maier dan Ani Himawati dari Global Ecobrick Alliance (GEA).

Pelatihan untuk pelatih ini digelar selama lima hari, mulai Rabu (24/4) hingga Minggu (28/4). TOT tentang Konstruksi Bangunan Tanah dan Ecobrick ini, disebut sebagai pertama di Indonesia dan di dunia.

Di hari pertama, mereka belajar teori bangunan tanah dan ecobrick, urgensi, prinsip dan teknik dasar, serta arah gerakan. Kemudian di hari kedua dan seterusnya, membangun taman mandala dengan menggunakan lebih dari 2000 ecobrick.

Ecobrick merupakan bata yang terbuat dari sampah plastik, sehingga ramah lingkungan. Sampah plastik dimasukkan ke dalam botol dengan kepadatan tertentu.

Ribuan ecobrick itu, dibangun dengan menggunakan tanah, pasir dan jerami lokal yang dibawa dari daerah menjadi taman Mandala.

Adapun Mandala, adalah seni pola geometris, yang mudah ditemui di semua peradaban lama dan kini, juga di berbagai hal sekitarnya.

Prinsip mandala yang berupa lingkaran, ada pusat lalu menyebar keluar, berpola simetris dan balanced, menjadi metode mudah dalam menyebarkan teknik, gerakan dan membangun kolaborasi. Baik skala kecil maupun besar.

“Dengan menekankan pada prinsip, arah dan tahapan yang jelas dan sederhana, siapa saja bisa terlibat, berkontribusi dan senang untuk ikut bekerja, bergerak dan membantu melengkapi atau menyemburkan kerja,” kata Ani Himawati.

Metode ini yang juga menjadi dasar gerakan ecobrick selama ini, sehingga gerakan ini viral dan berkembang.

Kali ini, teknik bangunan tanah yang diperkenalkan oleh GEA juga dengan prinsip yang sama. Sehingga setiap orang, setiap kelompok dalam TOT, mampu menyelesaikan fondasi taman Mandala dengan benar dan rapi.

Ecobrick dan bangunan tanah adalah kelanjutan dari gerakan regeneratif. Ecobrik bukan hanya solusi atas plastik. Dalam pemanfaatannya ia tak hanya jadi produk atau bangunan yang berfungsi.

Tapi dengan bangunan tanah dan penerapan untuk ruang hijau, aplikasi ini bahkan mendorong dan menghidupkan lagi banyak hal lain.

Melalui penerapan taman dan kebun, orang akan menikmati, bermain, belajar dan berkoneksi lagi dengan alam. Ruang hijau akan tercipta, pohon dan tanaman akan menyuburkan lingkungan, menyerap karbon dan menyehatkan dan menyuburkan sekitar.

Acara pelatihan ecobrick di Pantai Bentar, Probolinggo, dipersiapkan selama beberapa bulan sebelumnya oleh Sanggar Hijau Indonesia, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, CSR PT. Paiton Energy – PT POMI dan beberapa perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR di Probolinggo dan Jawa Timur. (*)