Beranda News Soal Penyewa Vanessa, PH: Yang Transfer Ini Adalah Herlambang Hasea Ke Rekening...

Soal Penyewa Vanessa, PH: Yang Transfer Ini Adalah Herlambang Hasea Ke Rekening Tentri Novanta, Bukan Rian Subroto

148
0
Tentri Novanta Dan Vanessa Angel (atas), Endang Suhartini Atau Siska Dan Winindya Chasanovri Alias Nindy Saat Disidang Bersamaan, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Vanessa Adzania alias Vanessa Angel kembali menjalani sidang. Artis mungil itu disidang bersama tiga mucikari dalam kasus prostitusi online di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (29/4/2019). Dalam sidang, hakim akan memanggil paksa Rian Subroto untuk dijadikan saksi.

Dengan mengenakan rompi tahanan warna merah dan masker, Vanessa masuk ke ruangan sidang Garuda 1 didampingi oleh kuasa hukumnya. Disusul ketiga orang terdakwa mucikari Endang Suhartini alias Siska, Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy dan Tentri Novanta alias TN.

Perlu diketahui, meski disidang bersamaan agenda Vanessa dan tiga mucikari tersebut berbeda. Sidang hari ini, Vanessa beragendakan eksepsi atau nota pembelaan yang dibacakan oleh tim kuasa hukumnya.

Sedangkan sidang tiga muncikari mengagendakan keterangan saksi. Sidang yang dilakukan secara bersamaan itu berlangsung tertutup. “Iya disidang bersama. Vanessa agenda eksepsi, kalau klien kami Siska agendanya keterangan saksi-saksi yang belum dihadirkan oleh JPU,” kata Frangky Desima Waruwu, selaku kuasa hukum Endang Suhartini alias Siska sebelum sidang, (29/4)

Seperti sidang sebelumnya, tim penasehat hukum Vanessa Adzania alias Vanessa Angel masih terus menyoroti ketidakhadiran Rian Subroto dalam sidang prostitusi online yang menjerat Kliennya. Alasannya, nama Rian masuk dalam dakwaan Vanessa juga dalam dakwaan untuk ketiga mucikarinya.

“Kemunculan Rian Subroto itu penting. Sebab, dia memiliki peran besar dalam prostitusi ini. Kami menemukan fakta baru, jika yang mentransfer uang 80 juta untuk membayar Vanessa adalah oknum polisi dari Polda Jatim,” ujarnya. uang 80 juta untuk membayar Vanessa adalah oknum polisi dari Polda Jatim,” kata Pengacara Vanessa Angel, Milano di Gedung PN Surabaya.

Pernyataan Milano tersebut menanggapi tanggapan awak media soal mangkirnya Rian Subroto di persidangan, juga dipakai alasan ini untuk menyimpulkan bahwa dakwaan untuk kliennya harus tidak diterima.

“Dakwaan harus gugur atau dibatalkan atau tidak dapat diterima,” tambah Milano.

Sebaliknya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan Arianto dari Kejati Jatim mengatakan bahwa ketidakhadiran saksi Rian Subroto memang menyulitkan dirinya, namun itu tak berarti bisa menjadi alasan pembatalan dakwaan untuk Vanessa Angel.

Untuk kasus ketidakhadiran Rian, ia berpendapat sudah sekuat tenaga untuk mencarinya, bahkan dia pernah mendatangi alamat Rian Subroto yang ada di KTP.

“Namun belum ketemu juga. Prinsipnya kita akan tetap menghadirkan Rian, untuk pembuktian seluruh fakta yang dibutuhkan dalam rangkaian persidangan,” kata Novan.

Novan menerangkan, ada beberapa pilihan saksi tak harus dihadirkan ke pengadilan. Antaralain, saksi diperbolehkan memberi keterangan secara tertulis. Atau keterangan saksi dapat diperiksa lewat teleconference.

“Yang terpenting saksi ini kan didengarkan keterangannya meski dengan media audio misalnya, ini dapat diartikan memberi keterangan di sidang pengadilan,” dalihnya.

Sementara kuasa hukum Tentri Novanta, Robert Mantinia membenarkan terkait surat penetapan penjemputan paksa terhadap Rian Subroto tersebut telah dikeluarkan oleh Majelis Hakim yang diketuai Anne Rusiana.

“Hakim telah mengeluarkan penetapan kepada JPU agar Rian Subroto dijemput paksa. Nah berdasarkan penetapan no 778/pidsus/2019 29 April, perintah hakim untuk menjemput paksa Rian Subroto,” kata Robert usai persidangan, (29/4).

Lanjut Robert, jika Majelis Hakim memerintahkan JPU agar berkoordinasi dengan pihak penyidik Polda Jatim untuk melakukan jemput paksa. “Kalau dia tidak bisa hadir, jadi siapa sosok Rian Subroto. Jika memang fiktif atau tidak. Hakim tidak melihat fakta yang fiktif tapi melihat fakta yang sebenarnya,” ujar Robert.

Robert Mantinia dan Yafed Kurniawan, kuasa hukum muncikari Tantri Novanta, meminta pengguna jasa Vanessa Angel Rian Subroto dihadirkan. Jika jaksa tidak bisa menghadirkan Rian, maka Vanessa Angel dan kliennya harus dibebaskan.

“Yang perlu saya tegaskan, agar kasus ini terang benderang saksi kunci, Rian Subroto harus dihadirkan, jika tidak bisa dihadirkan atau dijemput paksa oleh JPU atas perintah Hakim. Hakim harus berani membebaskan sesuai fakta hukum dan persidangan maka Vanesa dan ketiga muncikari harus dibebaskan. Sebab dari mana uang itu ditranfer harus jelas,” lanjutnya.

Soal transferan uang yang diterima Tentri kata Robert bukan Rian Subroto. Yakni Herlambang Hasea. “Fakta hukum yang terungkap, bahwa yang melakukan transfer itu bukan Rian Subroto. Yang transfer ini adalah Herlambang Hasea ke rekening Tentri Novanta,” kata Robert.

Kedua pengacara tersebut, sepakat meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar sosok Rian Subroto harus dihadirkan, mereka juga meminta Herlambang Hasea juga diperiksa sebagai saksi. “Semuanya harus dihadirkan untuk fakta persidangan,” tandas Robert. Ady