Beranda News 3 Orang Penjual Benih Jagung Hibrida Bersubsidi Di Kediri Dan Jember Ditangkap...

3 Orang Penjual Benih Jagung Hibrida Bersubsidi Di Kediri Dan Jember Ditangkap Polda Jatim

29
0
Polda Jatim Gelar Hasil Ungkap Kasus Penjualan Benih Jagung Bersubsidi, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Tiga orang pelaku yang menjual belikan benih jagung hibrida bersubsidi dari pemerintah berhasil diringkus Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim. Mereka bertiga, yakni Bayu, Afandi dan Rozi.

Ketiganya ditangkap Polisi, lantaran telah menjual benih jagung hibrida bersubsidi yang semestinya tidak untuk diperdagangkan tersebut di Kediri dan Jember. Kasus ini berhasil terbongkar sekitar bulan April 2019 lalu. Aksi kotor ini, diketahui sudah berlangsung selama empat bulan.

“Dan telah kita amankan barang bukti sebanyak 1060 kilogram daripada jagung subsidi yang telah diperjualbelikan para pelaku,” kata Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan yang juga selaku Kepala Satgas Pangan Jawa Timur kepada wartawan saat rilis, Kamis (2/5/2019).

Para pelaku kedapatan menjual benih jagung sibsidi kepada masyarakat dengan harga hingga Rp 40 ribu per kilogram. Padahal, benih tersebut semestinya dihibahkan khusus bagi para petani secara cuma-cuma alias gratis melalui program pemerintah.

Tak hanya menjual, mereka juga mengemas ulang benih jagung varietas 228 yang diketahui berkualitas rendah kedalam kemasan benih jagung varietas 18 yang dikenal lebih baik. Tujuannya, kata Yusep, supaya bisnis yang dijalankan para tersangka menghasilkan keuntungan berlipat ganda.

“Para pelaku merubah kemasan, dan kemudian menjual kepada masyarakat dimana barang-barang ini (seolah-olah) berkualitas baik dijual dengan harga murah,” jelasnya.

Masih kata Yusep, petugas kepolisian dan Satgas Pangan serius membongkar praktik perdagangan benih jagung bersubsidi. Karena hal tersebut berpengaruh pada harga pangan yang lain, seperti telur dan daging unggas di pasaran.

“Apalagi menjelang Bulan Ramadan dan Lebaran ini,” ucapnya.

Pengungkapan tak berhenti kepada para tersangka. Pihaknya menduga, ada banyak pihak terlibat dalam bisnis kotor ini, dan petugas kepolisian menegaskan akan terus mengejar para DPO yang sebagian identitas mereka telah dikantongi.

“Kita akan terus kembangkan kasus ini, ada juga para DPO ini akan kita buru. Ada banyak,” tutupnya.

Sementara itu, Hadi Sulistyo selaku Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menambahkan, bahwa benih jagung bersubsidi memang tidak diperkenankan untuk diperdagangkan, karena peruntukkannya sudah jelas. Data semua petani yang berhak menerima bantuan benih jagung bersubsidi tersebut sudah ada di Kabupaten setempat yang disebut Calon Petani Calon Lokasi (CPCL).

“Sebelum diproses kami menerima yang namanya CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) itu sudah disahkan Kepala Dinas Kabupaten setempat untuk kita proses. Setelah kita proses maka akan mendapat benih jagung subsidi ini, maka harus ditanam oleh CPCLnya,” terang Hadi.

Sehingga, para penjual benih jagung bersubsidi jelas dikatakan melanggar aturan yang ada. Yaitu, undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan undang-undang nomor 12 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman, serta undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Ady