Beranda Headline Pasca Banjir dan Longsor Bengkulu, 30 Orang MD dan 6 Hilang

Pasca Banjir dan Longsor Bengkulu, 30 Orang MD dan 6 Hilang

8
0
Dampak banjir di Bengkulu

SIAGAINDONESIA.COM – Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir, akibat dampak banjir di Kabupaten Bengkulu, hingga 1 Mei 2019, pukul 16.00 WIB tercatat ada 30 orang dinyatakan meninggal dunia dan 6 lainnya hilang.

“Korban meninggal dunia tertinggi teridentifikasi dari Kabupaten Bengkulu Tengah dengan jumlah 24 orang, sedangkan Kota Bengkulu 3 orang dan Kepahiang 3,” seperti yang ditulis Sutopo Purwo Nugroho.

Ditambahkan, Tim SAR gabungan yang dikoordinir oleh Basarnas memfokuskan pencarian korban hilang di Desa Talang Boseng, Susup dan Kelindang.

BPBD Provinsi Bengkulu mengidentifikasi korban hilang sebagai berikut, Tumini (60/P), Heri Hartanto (L), Halidin (45/L), Kanelo (1,6/L), Yananan dan seorang anak. Bencana ini juga menyebabkan 2 orang luka berat dan 2 lainnya luka ringan.

BPBD Provinsi Bengkulu masih melakukan upaya penanganan darurat seperti pelayanan kesehatan dan distribusi logistik, seperti ke Desa Taba Penyengat, Susup dan Kelindang. BPBD provinsi juga melaporkan pengungsian di Kecamatan Air Napal sejumlah 200 jiwa dan Kecamatan Bang Haji di Desa Genting dengan 417 jiwa.

“BPBD dan dinas terkait terus memberikan pelayanan pengungsi di kecamatan tersebut,” terangnya.

Banjir dan longsor juga mengakibatkan kerusakan di beberapa sektor seperti pemukiman, pendidikan, perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan dan infrastruktur publik.

Akibat musibah itu, sejumlah 554 unit rumah rusak berat (RB), 160 rusak sedang (RS) dan 511 rusak ringan (RR).

Berikut rincian kerusakan pasca banjir dan longsor, Bengkulu Tengah 28 RB, 16 RR, 125 terendam. Di Seluna 10 RB, 30 RR. Di Kaur 127 RB, 151 RS, 406 RR. Di, Kepahiang 388 RB, 37 RR. Dan di Rejang Lebong ada 1 RB, 9 RS, 22 RR.

Fasilitas pendidikan di seluruh wilayah Bengkulu, 7 unit rusak berat dan 1 rusak ringan serta 7 terendam lumpur. Kerusakan fasilitas pendidikan terbanyak berada di Kabupaten Bengkulu Tengah, 4 RB, 1 RR dan 4 terendam, sedangkan Kaur, 3 RB dan Kota Bengkulu 3 terendam.

Pada sektor peternakan sejumlah ternak mati seperti sapi, kerbau, kambing, domba, ayam dan itik dengan jumlah total 857 ekor. Wilayah paling terdampak untuk sektor peternakan berada di Bengkulu Utara dengan total ternak 320 ekor.

Selain itu, sekitar 3.000 hektar lahan pertanian mengalami kerusakan. Rincian kerusakan lahan sebagai berikut sawah 2.648,06 ha, jagung 221,59 ha, kacang hijau tanah 8,25 ha, dan kacang hijau 3,25 ha. Sedangkan sektor perkebunan, sejumlah 775 batang sawit terdampak.

Di sektor infrastruktur, jaringan listrik masih dilakukan perbaikan dengan perkembangan pemulihan mencapai 74,28% pada 30 April lalu. BPBD melaporkan gardu distribusi sejumlah 42 unit masih padam dan 2.496 jaringan listrik pelanggan belum menyala.

Total kerugian sementara hingga hari ini (1/5) senilai Rp 144 miliar. Jumlah itu akan terus bertambah karena perkiraan kerugian tersebut menggunakan data sementara.

“Mengingat luas banjir dan skala dampak yang ditimbulkan maka jumlah kerugian akan banyak bertambah,” tulis Sutopo.

BPBD masih melakukan pendataan kerusakan akibat banjir dan longsor yang dipicu hujan deras di seluruh wilayah Bengkulu pada 26/4/2019 sore hingga 27/4/2019 pagi.

BNPB masih terus mengirimkan bantuan ke Bengkulu seperti tenda, makanan siap saji, dan logistik lainnya. Saat ini sebagian besar banjir sudah surut dan daerah dapat dijangkau. Sampah, lumpur dan material yang dihanyutkan banjir banyak menutup jalan dan pemukiman sehingga perlu dibersihkan.tji