Beranda News Gubernur Khofifah Beri Bantuan Korban Banjir di Kabupaten Gresik

Gubernur Khofifah Beri Bantuan Korban Banjir di Kabupaten Gresik

30
0
Gubernur Khofifah sambangi wilayah banjir di Gresik

SIAGAINDONESIA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melihat langsung pemukiman warga yang masih tergenang banjir di Dusun Iker Geger, Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Minggu (5/5/2019).

Genangan banjir itu akibat curah hujan tinggi kemudian disusul luapan sungai Kali Lamong, yang terjadi sejak Rabu malam, 1 Mei 2019.

“Terjadinya sejak Rabu malam, saat hujan tinggi, kemudian disusul luapan Kali Lamong. Di kampung ini lebih satu meter,” ujar Ahmad warga setempat.

Banjir di Kabupaten Gresik juga menggenangi 18 desa dan areal sawah di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Balongpanggang, Cerme, Benjeng dan Menganti. Data BPBD Kabupaten Gresik mencatat ketinggian air bervariasi, mulai 40 cm hingga 140 cm.

Sementara, Gubernur Khofifah menyebut, bulan lalu (Mei) di Jatim banjir sempat melanda 15 kabupaten/kota.

“Minggu ini genangan air yang masih tinggi dan lama surut selain di Gresik juga terjadi di Jombang dan Mojokerto. Koordinasi dengan BPBD, sejak empat hari lalu kita minta untuk turun ke lapangan. Sementara hasil rapat koordinasi di Grahadi kemarin, dilakukan pemetaan dan penyebab banjir ini harus diselesaikan di hulunya yang melibatkan BPWS,” urai Khofifah.

Ditambahkan, luapan Kali Lamong terjadi selain curah hujan yang tinggi juga akibat sedimentasi yang mengakibatkan daya tampung sungai yang tidak memadai.

Penanganannya tidak bisa permanen. Selain harus dilakukan normalisasi Kali Lamong dari sisi Surabaya hingga Gresik sejauh 10 kilometer, juga harus dilakukan pengerukan sedimentasi, yang penanganannya harus dikoordinasikan dengan BPWS. Termasuk untuk pengerjaan plengsengan sejauh 10 kilo meter yang harus dikoordinasikan dengan PUPR. Untuk wilayah Gresik menyangkut pembebasan lahan dengan melibatkan BPWS, DAS, dan Dirjen Sumber Daya Air menyangkut anggaran dari APBD.

“Penanganannya harus dilakukan secara konektivitas dengan daerah-daerah lain, termasuk dilakukan pemetaan lebih detail dengan DAS Brantas,” terangnya.

Sementara, di kesempatan itu Gubernur Jatim Khofifah juga memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada warga yang perkampungannya terendam banjir. Serta uang Rp 10 juta untuk korban meninggal dunia.tji