Beranda aneka Dukderan Tradisi Kota Semarang Ramaikan Festival Warak Ngendog Di BSD Tangerang

Dukderan Tradisi Kota Semarang Ramaikan Festival Warak Ngendog Di BSD Tangerang

44
0
dukderan
dukderan

SIAGAINDONESIA.COM Dugderan merupakan Festival khas Kota Semarang yang menandai dimulainya ibadah puasa di bulan suci Ramadhan yang diadakan perayaan dibuka oleh Walikota dan dimeriahkan oleh sejumlah mercon dan kembang api. “Dug” berarti bunyi berasal dari bedug yang dibunyikan saat ingin shalat Maghrib.

Tradisi dugderan ini telah diadakan sejak tahun 1882 pada masa Kebupaten Semarang di bawah ke pemimpinan Bupati R.M. Tumenggung Ario Purbaningrat.

Ketua Pawon Semar Hendardji Soepandji mengatakan, Pawon Semar memboyong tradisi Dugderan juga diselenggarakan di luar Semarang. Pawon Semar adalah Paguyuban Wong Semarang, organisasi perkumpulan orang-orang yang pernah tinggal di Semarang yang sekarang berdomilisi di Jabodetabek.

“Salah satu komitmen Pawon Semar adalah mendukung Promosi Wisata Semarang. Tujuan didirikan Pawon Semar adalah mempersatukan masyarakat perantauan asal Kota Semarang yang berdomisili di Jabodetabek, peduli untuk membantu mempromosikan obyek wisata dan menarik wisatawan berkunjung ke Kota Semarang dan menghimpun aspirasi dan potensi untuk kemajuan Kota Semarang serta kesejahteraan anggota,”kata Ketua Pawon Semar Hendardji Soepandji.

Dalam kesempatan ini Ketua Panitia Festival Warak Ngendog Nur Cahyo menjelaskan, meskipun mengusung semangat dugderan, acara Festival Warak Ngendog yang di selenggarakan 4-5 Mei di Premier Sports Village De Latinos, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan tidak ada acara menyalakan mercon. “Festival Warak Ngendog ini mengusung semangat dugderan yang kita selalu rindukan di Semarang. Tapi di acara ini kami tidak ada menyalakan petasan,”jelas Ketua Panitia Festival Warak Ngendog.

Menurut Wakil Ketua Panitia Gusti Putu Lestari, selain semangat menyelenggarakan tradisi dan memperkenalkan Warak, Festival ini juga membawa semangat kumpul guyub dan memamerkan potensi bisnis anggota Pawon Semar.

“Kenapa teman teman Semarang dan warga masyarakat perlu datang di acara festival ini, setidaknya ada 3 alasan yaitu merasakan kuliner Semarang yang ngangenin dan jarang dijual di Jakarta, mengenali warak ngendog sebagai budaya khas Semarang menjelang puasa dan mengabadikan moment dengan art work yang instagramable berupa warak ngendog,”tutur Wakil Ketua Panitia.

Sementara itu Joko Dewo menyampiakan, bahwa Warak Ngendog di BSD dibuat oleh sosok yang bukan dari Semarang. “Salah satu bukti keberhasilan memperkenalkan warak ngendog kepada khalayak adalah kesediaan seorang penyuka seni dari Bali berprofesi engineer telekomunikasi yang bernama Made Asnaya, yang mempersiapkan warak ngendog setinggi 2,5 meter,”urai Joko Dewo aktor dari Semarang yang dalam acara nanti memandu jalannya prosesi pembukaan dan pentas seni.

Arak arakan Warak Ngendog menjadi acara pembuka Festival yang rencana dimulai pukul 08:30. “Rencana kami menampilkan arak-arakan Warak Ngendog pukul 08.30, dengan tarian Goyang Semarang anak anak saya” kata Hanny Mustofa seniman daerah Perbalan Semarang, teman sepemainan Joko Dewo, Tukul Arwana dan Tony Qiu [email protected]